Suasana tenang damai menyelimuti ruang kecil tetapi mewah yang kini telah dipakai menjadi tempat dimana semua santri menuntut ilmu. Akilla raina tsaqif, gadis cantik yang sekarang menduduki kelas viii, ya dia memang unggul dalam hal akademik, tapi ada satu hal yang menjadi kekurangan nya, dia kurang bisa dalam hal menghafal al quran. Tetapi hari ini semua akan mulai berubah, memulai kembali kehidupan walau dengan sedikit paksaan.
Hari ini semua santri sibuk belajar supaya bisa menjawab soal-soal yang diberikan guru matematika. yap! hari ini kelas killa akan diadakan ulangan matematika, mata pelajaran yang orang lain benci tapi tidak dengan killa, killa sangat menyukai pelajaran ini. kelas itu seketika menjadi sunyi ketika guru matematika memberikan soal-soal yang penuh dengan angka yang membuat kepala pening, setelah beberapa menit semua santri telah selesai mengerjakan, walau banyak santri yang mengeluh di buatnya.
“kring..kring…” bel istirahat berbunyi, semua santri berhamburan keluar kelas untuk pergi ke kantin. tetapi, berbeda dengan Killa. ia masih tetap membahas soal soal yg tadi ia kerjakan. tiba-tiba suara mic mengalihkan perhatian semua santri “ panggilan kepada akilla raina tsaqif untuk segera ke kantor untuk menemui kepala sekolah” ucap salah satu guru di kantor, mendengar namanya dipanggil killa segera bergegas menuju sumber suara, dihati killa terselip rasa khawatir dan takut, “ loh, ngapain aku di panggil,perasaan aku nggak buat salah” batin killa. Di jalan semua orang bertanya mengapa killa dipanggil kepala sekolah. “ada apa kill?” tanya friska, salah satu santri di sana sekaligus teman seangkatan killa “aku juga nggak tau fris, yaudah aku kesana dulu ya” setelah itu killa langsung bergegas menuju kantor
Killa terkejut ketika mendapati ayah dan bundanya sudah berada di kantor, dengan sedikit rasa khawatir killa mendudukkan diri di samping bunda nya, “bun, ini ada apa ya?, kok aku dipanggil?, bunda juga ngapain kesini?” tanya killa beruntun pada bundanya. “kamu hari ini pindah sekolah ya?”. Deg!,tak terbayang di benak killa bahwa ia akan berpisah dengan teman-teman nya, tak terasa butiran bening jatuh membasahi pipi killa, “kemarin bunda juga udah survei ke sekolah baru kamu, sekolahnya bagus kok, kamu juga pasti betah di sana” lanjut sang bunda. Masih dengan isakan nya killa mengangguk sebagai jawaban dari pertanyaan bundanya. Entah alasannya apa killa setuju untuk pindah, padahal sebentar lagi ia akan lulus.
Di kamar semua teman killa menangis karena mendengar bahwa killa akan pindah hari ini, killa pun segera mengemasi barang-barang nya. “kill kok kamu pindah sih” ucap tasya salah satu teman killa. “iya tuh, ntar kalo kamu pindah yang ngajarin kita matematika siapa dong” sambung jihan “ lah, kan ada si mala, dia kan juga pinter” jawab killa, “kill jangan pindah dong, masak kamu tega sih ninggalin kita?” pinta teman yang lain. killa hanya menanggapinya dengan tersenyum, tiba-tiba ada yang memeluknya dari belakang, yap itu adalah kiki, sahabat killa sendiri “ kill,pliss jangan pindah,” pinta kiki, melihat itu tangisan killa pun pecah, killa pun membalas pelukan kiki “ntar kalo liburan juga bisa ketemu, rumah kita kan dekat, udah nggak usah nangis” bujuk killa agar sahabatnya itu tenang. Setelah selesai mengemas barang-barang, killa pun berpamitan pada teman-temannya dan tak lupa mengambil foto untuk kenang-kenangan.
Sesampainya di rumah, killa merebahkan tubuhnya di kasur, killa masih terbayang bagaimana nasibnya setelah ini, seketika lamunannya buyar ketika seseorang memanggilnya. “ killa, ke sini bentar sayang” ya, itu adalah suara bunda, mendengar itu killa beranjak dari kasur dan mendekati sang bunda, killa pun langsung memeluk bundanya dan menangis. “bundaaa….killa nggak mau pindah,” ujar killa “loh kenapa nggak mau?” tanya sang bunda “ killa nggak mau pisah sama temen temen killa” jelas killa “sayang, bunda tau itu sulit buat kamu,tapi setiap ada pertemuan pasti juga akan ada perpisahan sayang” jawab sang bunda. “killa takut kalo nggak bisa adaptasi di sana” cicit killa, “ kamu pasti bisa, bunda juga pengen yang terbaik buat kamu, mau ya sayang?” killa hanya mengangguk sebagai jawaban. yaudah kamu siapin barang-barang kamu, besok kita berangkat.
Ya, pagi ini killa akan pergi ke sekolah baru nya, di perjalanan killa terus melamun sampai tak sadar bahwa sebentar lagi ia akan sampai di sekolah barunya. saat di gerbang sekolah killa tercengang saat melihat banner bertuliskan BOARDING SCHOOL TAHFIDZ (sekolah berbasis pesantren khusus tahfidz) killa tak menyangka bahwa dirinya akan bersekolah di sekolah yang akan fokus pada tahfidz, seperti yang dikatakan di awal, killa kurang bisa dalam hal menghafal,tapi malah sekarang ia di pindah ke sekolah yang fokus pada hafalannya, setelah masuk ke area sekolah killa tambah dibuat tercengang, karena sekolah yang akan killa tempati ternyata putra-putri masih satu lingkungan, berbeda dengan sekolah killa sebelumnya, yang hanya untuk santriwati. killa tak habis pikir dengan hal itu. dan mulai sekarang killa harus memulai kehidupan baru di sekolah barunya.
Di sekolah barunya killa disambut dengan baik oleh santri-santri di sana, tidak seperti yang dibayangkan killa, ternyata santri disini sangat ramah dan killa pun dapat beradaptasi dengan mudah. “it’s oke lah kalo gini” batin killa. teman sekamar killa pun mulai memperkenalkan dirinya satu-satu, walaupun tidak semua nama killa hafal, tapi dengan seiringnya waktu nanti killa akan hafal sendiri.
“ tit..tit..” suara alarm dari jam killa berbunyi, sekarang jam menunjukkan pukul 04.00 pagi, killa memaksa membuka matanya padahal dirinya masih enggan untuk bangun dari tidurnya, memilih untuk mengambil langkah antisipasi, akhirnya killa memutuskan untuk menjalankan tubuhnya menuju kamar mandi yang berada di seberang kamarnya. karena takut tidak mendapat antrian mandi. karena hanya tersedia 4 kamar mandi per lantai. setelah selesai melakukan ritual mandinya. killa melakukan sholat jamaah subuh dan sesuai jadwal, setelah sholat subuh kegiatan mereka adalah ziyadah atau tambahan hafalan. killa merasa sangat kesusahan saat menghafal ayat yang masih asing baginya, setelah selesai, semua santri akan persiapan untuk KBM (sekolah formal).
Merasa sudah rapi dengan penampilannya itu, killa pun memilih untuk berangkat sekolah, killa berangkat jalan kaki karena sekolahnya yang masih satu lingkungan dengan asrama yang ditempati killa. namanya juga boarding school pasti satu lingkungan lah. yap! killa masuk di kelas viii B, sesampainya di kelas, gurunya menyuruh killa untuk memperkenalkan diri di depan kelas “perkenalkan nama saya akilla raina tsaqif, saya pindahan dari SMP al-ihsan, saya harap kita dapat menjadi teman baik” ucap killa. setelah perkenalan
Hiduplah seorang keluarga yang memiliki pembantu atau lebih tepatnya disebut baby sister, Ningrum namanya. Pada suatu malam saat Ningrum terbangun dari tidurnya, ia dikagetkan dengan beberapa panggilan tak terjawab dan pesan dari majikannya yang berisi.
NYONYA KARIN panggilan tak terjawab panggilan tak terjawab panggilan tak terjawab panggilan tak terjawab panggilan tak terjawab panggilan tak terjawab 4 pesan belum terbaca
Ningrum saya ada meeting dadakan Tolong kamu jaga Niko sama Nesya ya Jangan sampai mereka tidur terlalu malam Besok mereka juga harus sekolah
Baik nyonya, setelah ini saya akan segera menyuruh mereka untuk tidur
Setelah membalas pesan dari majikannya Ningrum langsung menuju kamar anak-anak untuk mengecek keberadaan mereka. Saat Ningrum telah sampai di depan pintu kamar, Ningrum membuka pelan pintu itu, tetapi yang ada hanyalah kamar yang kosong dan berantakan. “dimana anak-anak?” ucapnya dalam hati.
Ia memutuskan untuk mengecek ruangan lainnya seperti ruang tamu, dapur, ruang makan, garasi mobil, dan yang terakhir kamar milik Nyonya Karin. Dan hasilnya nihil, mereka tidak ditemukan dimanapun termasuk lantai dua yang jarang sekali dipakai untuk aktifitas kecuali jika ada acara keluarga. Ningrum bingung, dimana lagi dia harus mencari? dan dimana anak-anak? ia pun memutuskan untuk kembali ke kamarnya dan mengambil ponsel untuk memberi tahu Nyonya Karin bahwa anak-anak tidak ada dirumah, namun saat Ningrum ingin mengetik pesan tiba-tiba terdengar suara anak-anak dari arah ruang tamu. Ningrum pun membatalkan niatnya untuk memberi tahu kepada majikannya.Ia lalu beranjak menuju ruang tamu.
Sesampainya di ruang tamu ia benar-benar menemukan Niko dan Nesya yang sedang asyik bermain mobil-mobilan dan boneka kesayangan mereka. “Eh Mbak Ningrum, sini dong temenin kita main” kata Niko yang disusul anggukan kecil dari Nesya. Ningrum mendekati mereka berdua lalu bertanya. “Kalian tadi habis darimana?” tanya Ningrum penasaran. “Kita dari tadi disini doang kok Mbak” jawab mereka serentak. “Oh gitu ya, yaudah lanjutin mainnya” kata Ningrum sedikit tak percaya, kok aneh ya? batin Ningrum. Jam sudah menunjukkan pukul 21.45, Ningrum memerintahkan kepada mereka untuk segera menyelesaikan permainannya dan pergi ke kamar untuk tidur.
Hai, namaku Annisa kayla, panggil saja aku Kayla, sekarang aku menduduki kelas VIII SMP, aku terpilih menjadi ketua OSIS di sekolah ku. Inilah kisahku, kisah dimana aku menerapkan nilai-nilai pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Sebelum itu aku akan memperkenalkan kedua orang tuaku dan 1 saudaraku. Ayahku adalah seorang yang sangat kukagumi, pekerjaan ayahku adalah perwira polisi, karena itu aku dan adik ku diajarkan untuk mengamalkan nilai-nilai positif pancasila. Bundaku adalah seorang ibu rumah tangga, bundaku adalah orang yang sangat sabar. Yang terakhir adalah adik laki-laki ku namanya adalah Rio, dia menduduki kelas V SD, Ku mulai kisahku ini…..
Tet…Tet…Tet… Bel istirahat telah berbunyi, guru mempersilahkan anak-anak untuk istirahat. Aku keluar kelas dan langsung menuju kantin. Ting…tiba-tiba hp ku berbunyi, aku langsung membuka hp ku dan ternyata aku mendapat pesan. Aku sedikit menaikkan sebelah alis ku. Dari nomor tak dikenal? Batinku, aku pun langsung membuka pesan itu
085*********
085*** kak tolong saya
Anda kamu siapa?
085*** kak tolong, saya udah nggak kuat
Anda dimana posisi kamu sekarang?
085*** di belakang kantin kak
Aku mematikan hp ku dan langsung berlari menuju ke kantin untuk mencari Dito, di kantin aku melihat Dito duduk di pojok kantin, aku pun langsung memanggil nya “Dit ,tolong ikut gue!” ujarku tergesa-gesa. Dito hanya mengangguk dan langsung mengikuti langkahku.
Sesampainya di belakang kantin, aku dan Dito melihat 2 siswi yang dibully oleh 3 orang siswa. Dito sudah tak bisa menahan emosinya lagi, dia langsung maju, tetapi dengan sigap aku menahan tangan nya. “Jangan gegabah…kita rekam dulu mereka..” ujarku pelan, dia menuruti perkataan ku.
Setelah selesai merekam, aku dan Dito mendekati tempat dimana aksi pembullyan itu terjadi. “Hei! kalian sedang apa?“ teriak Dito. Ketiga siswa itu hanya menunduk, aku langsung mengajak 2 siswi itu untuk berdiri di belakangku dan Dito “Kenapa kalian membully mereka?” tanya Dito lantang. ”Karena mereka jelek kak, hitam pula!“ jawab salah satu dari ketiga siswa.
“Kalian nggak boleh kayak gitu…Mereka juga manusia! di Indonesia kan banyak ras, suku, budaya, bahasa dan agama, jadi kita harus bisa toleransi, cobalah kalian pikir sendiri, kalau kalian pilih-pilih teman dan membeda-bedakan perbedaan yang ada di Indonesia, Indonesia akan terpecah belah! Ingat nasehatku ini dan kalian ingat sila ke 2 dan 3? coba sebutkan! “ ujarku tegas.
“Ingat kak… 2.Kemanusiaan yang adil dan beradab, 3.Persatuan Indonesia” jawab mereka serempak. “Apakah perbuatan kalian tadi beradab?, tidak kan? ingat kata Ki Hajar Dewantara, dengan adanya budi pekerti, tiap-tiap manusia berdiri sebagai manusia merdeka (berpribadi) yang dapat memerintah atau menguasai diri sendiri. Inilah manusia yang beradab dan itulah maksud dan tujuan pendidikan dalam garis besarnya. Lalu tentang sila ketiga, kalau kalian pilih-pilih teman, ingat pesan ku.. Indonesia akan gampang runtuh! jadi tolong jangan ulangi perbuatan kalian lagi! “ ujarku tegas.
“Maaf kak… kita mengaku kalau kita salah, dan untuk kalian berdua, maaf ya…”ujar ketiga siswa. “kita maafin kok.. dan untuk kalian berdua gimana? “tanya Dito ke dua siswi tadi “ kita maafin mereka kok kak…”ujar mereka berdua
“ Yaudah kalian boleh ke kelas kalian masing-masing “ ujarku “ yaudah kita pamit dulu ya kak, assalamu’alaikum “ujar mereka “waalaikumsalam” jawabku dan Dito. Kelima siswa itu kembali ke kelas mereka masing-masing. Sebelum aku dan Dito kembali ke kelas, aku memberi tahu Dito agar bisa melaksanakan rapat sepulang sekolah dan meminta tolong kepada dito agar menyampaikannya kepada anggota OSIS Yang lain.
“ Tet…tet…” bel pulang telah berbunyi, aku langsung bergegas menuju ruang diskusi. “assalamu’alaikum… maaf telat” ujarku pelan, “ waalaikumsalam, telat? bel pulang baru aja bunyi loh.. “jawab haidar sambil terkekeh. Aku hanya membalasnya dengan senyuman.
Ketika semua anggota OSIS sudah lengkap, aku pun langsung memulai rapat. Diawali dengan salam dan berdoa sebelum rapat, agar mufakat dari musyawarah berjalan dengan lancar. “ya, rapat kali ini kita akan membahas tentang perselisihan kelas yang akhir-akhir ini terjadi. Saya kemarin mendapat laporan kalau kelas 7A dan 7D selalu bertengkar. karena iri lah.. , karena angkatan kita pilih kasih kasih lah…,nah, ini gimana caranya agar kedua kelas ini menjadi akur, disini ada yang mau berpendapat? “tanya ku
“Gue mau berpendapat kay..” ujar dito sambil mengangkat tangan nya, ”ya silahkan” jawabku “ gimana kalau kita ngadain permainan yang anggotanya campur? nah kalo kaya gitu mereka tambah dekat antara satu sama yang lain, mereka juga nanti kompak dengan sendirinya tanpa memikirkan bahwa mereka sebelumnya berantem” jelas dito.” oke ada yang berpendapat lain?” tanyaku haidar mengacungkan tangan nya, aku langsung mempersilahkannya “ gimana kalo nanti selesai dari permainan, anak-anak di suruh kumpul, nah nanti anak-anak ditanya kita pilih kasih di bagian mananya? dan baru kita intropeksi diri kita masing-masing” jelas Haidar, Haidar adalah sekretaris osis
Untuk terakhir kali aku menanyai ada yang mau berpendapat lain atau tidak? tapi tidak ada yang menjawab dan kadang juga ada yang sesekali menggelengkan kepalanya.” oke alhamdulillah, mufakat telah ditentukan,semoga allah memberi berkah pada pertemuan kita hari ini, sekian wassalamu’alaikum” “waalaikum salam” jawab mereka serempak
Aku langsung menuju ke rumah,sesampainya di rumah aku langsung masuk ke kamar dan langsung tidur. ”tit..tit.. “ aku langsung mematikan alarm dan sholat ashar. setelah sholat ashar aku langsung mengerjakan tugas dari guru. tiba-tiba hp ku berbunyi ternyata dari Dito. tumben nih anak ngechat?” batinku. aku langsung membuka chat itu
Dito wakil OSIS
Dito kay.. besok gotong royong
kayla hah?, emangnya ada tamu?
Dito iya.. dari dinas pendidikan gue boleh telpon lo? penting soalnya
kayla ya
Panggilan suara masuk dari dito aku pun langsung mengangkat nya
Dito: ”assalamualaikum”
kayla: ”waalaikum salam, iya kenapa dit?”
Dito: ”besok gue nggak berangkat”
kayla: ”kenapa?”
Dito: ”males…”
kayla: ” nggak boleh gitu lah, orang kalo sekolahnya bersih juga buat kita, kalo kita nggak mau ngebersihin terus siapa lagi mau nyuruh orang lain? kan nggak lucu…”
Dito:”iya-iya maaf,gue egois, udah dulu ya.. gue di panggil bunda gue dah… assalamualaikum”
kayla:”dah… waalaikum salam…”
“Ya Allah terima kasih telah membantuku menjadi pelajar dengan profil pancasila yang baik dan benar.” batinku. oh.. ya, aku juga diajari orang tuaku untuk selalu mengingat tuhan dimanapun, dan kapanpun…
Kisah seorang siswa SMP di sebuah kota kecil, dia bernama Eko. Dia adalah murid yang cukup pintar di kelasnya namun sayangnya dia tidak memiliki teman. Dia sangat pendiam dan tidak mudah bergaul. Walaupun Eko murid yang pintar namun tidak banyak yang mau berteman dengannya karena Eko berasal dari keluarga yang tidak mampu. Eko semakin menutup dirinya kala kedua orang tuanya bercerai, tidak jarang pula Eko diejek teman-temannya karena dia cupu dan miskin, anak dari keluarga yang berantakan lah dan cemohan lainnya. Eko sempat berpikir apabila dia menjadi anak yang pintar dan juara kelas mungkin teman-temannya akan menerima dengan baik.T api semua itu malah membuat teman-temannya semakin berpikir jelek tentangnya, mereka pikir Eko curang saat ujian.
Pada suatu hari Eko tidak sengaja memergoki temen-temannya yang sedang merokok di belakang sekolah, melihat itu Eko langsung berbalik dan berniat untuk melaporkan kelakuan teman-temannya itu kepada guru BK. Namun salah satu temannya langsung mencegahnya dan menarik Eko untuk bergabung bersama mereka. “Mau kemana lu bro?, sini aja gabung sama kita” ujar salah satu temannya. “Yang kalian lakuin ini melanggar peraturan sekolah, aku mau laporin ke guru BK!” jawab Eko.
Kemudian teman-temannya mengancam jika Eko melaporkan mereka, Eko akan semakin diasingkan dan dibully lebih dari sebelumnya. Kemudian Eko diam dan berpikir. Melihat kebingungan terpampang jelas di wajah Eko, teman-temannya malah menawari rokok kepada Eko. Eko sempat menolak dan ingin pergi, namun tawaran teman-temannya agar Eko bergabung dengan mereka supaya tidak dibully dan diasingkan lagi membuat Eko berubah pikiran, dan akhirnya Eko mencoba ikut merokok dan malah semakin ketagihan.
Mulai hari itu, Eko resmi bergabung dengan kelompok nakal teman sekelasnya itu. Dia sudah tidak dibully lagi oleh teman-temannya, namun dia sudah berubah 180 derajat, awalnya dia hanya terpaksa agar tidak dibully dan diasingkan lagi. Dan sebelumnya dia masih sering membantu ibunya, sekarang menyusahkan karena ibunya sering dipanggil pihak sekolah karena semua tingkah lakunya yang melebihi batas.