Siap Ukir Prestasi di OSN Kabupaten 2026, Siswa SMP Tahfidh Ma’had Yasin Bawa Semangat Juang dan Optimisme

Kudus — SMP Tahfidh Ma’had Yasin kembali menunjukkan komitmennya dalam mencetak generasi berprestasi melalui keikutsertaan para peserta didik dalam Olimpiade Sains Nasional (OSN) Tingkat Kabupaten yang akan dilaksanakan pada 11 Juni 2026 mendatang. Sebanyak 15 peserta terbaik akan berkompetisi pada bidang Matematika, Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), dan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS).

Keikutsertaan para siswa dalam ajang bergengsi tersebut menjadi bentuk nyata keseriusan sekolah dalam mengembangkan potensi akademik peserta didik sekaligus membangun budaya kompetitif yang positif di lingkungan sekolah.

Bidang Matematika diwakili oleh Adenaya Al-Ahza, Durraet Brilliant Ahmadah, Ghina Alma Zahira dari kelas VII-B, serta Aurelya Dwi Rahmadanti dan Fidela Evelina Dewi dari kelas VIII-B.

Bidang IPA diikuti oleh Muhammad Sagilang Firjatullah, Nizam Falih Al Farizi, dan Prasetya Billie Nugroho dari kelas VII-A, serta Muhammad Ruliff Fairuz Arkana dan Nasaki Yuda Ayatan Minka dari kelas VIII-A.

Sementara itu, bidang IPS diwakili oleh Arini Husna dan Natasya Auliya dari kelas VII-B, serta Ananda Tri Ulya, Fania Eqhi Octazaira, dan Faza Anousheh Maulana dari kelas VIII-B.

Plh. Kepala SMP Tahfidh Ma’had Yasin, H. Suprapto, S.H., M.H., menyampaikan apresiasi dan rasa bangga kepada seluruh peserta yang telah terpilih mewakili sekolah dalam OSN tingkat kabupaten.

“OSN bukan hanya tentang meraih juara, tetapi juga tentang proses belajar, kedisiplinan, dan keberanian untuk terus berkembang. Kami berharap seluruh peserta dapat tampil percaya diri, menjaga semangat juang, serta memberikan hasil terbaik untuk diri sendiri, orang tua, dan sekolah,” ujarnya.

Dalam proses persiapan menuju OSN, para peserta mendapatkan pendampingan intensif dari guru pembimbing sesuai bidang masing-masing, yakni Rudy Setyawan, S.Pd., Gr. untuk bidang IPS, Muchammad Imron, S.Pd., M.Pd., Gr. untuk bidang Matematika, dan Nadya Aruma Dewi, S.Si., Gr. untuk bidang IPA.

Pembimbing bidang IPS, Rudy Setyawan, S.Pd., Gr., menyampaikan bahwa para peserta telah menjalani berbagai latihan soal, pendalaman materi, hingga pembiasaan berpikir kritis untuk menghadapi kompetisi tingkat kabupaten.

“Kami terus berupaya memberikan pendampingan terbaik agar peserta tidak hanya memahami materi, tetapi juga mampu menganalisis soal dengan baik. Semoga seluruh peserta tetap semangat, percaya pada kemampuan diri sendiri, dan mampu memberikan hasil terbaik,” ungkapnya.

Sementara itu, pembimbing bidang Matematika, Muchammad Imron, S.Pd., M.Pd., Gr., berharap para peserta mampu tampil tenang dan maksimal saat pelaksanaan OSN berlangsung.

“Persiapan terus dilakukan secara bertahap melalui pembinaan rutin dan evaluasi soal-soal OSN tahun sebelumnya. Harapan kami, anak-anak dapat mengerjakan soal dengan teliti, fokus, dan mampu membawa prestasi yang membanggakan bagi sekolah,” tuturnya.

Hal senada juga disampaikan oleh pembimbing bidang IPA, Nadya Aruma Dewi, S.Si., Gr. Menurutnya, kesiapan mental menjadi salah satu faktor penting dalam menghadapi kompetisi.

“Kami selalu memberikan motivasi kepada peserta agar tetap percaya diri dan tidak mudah menyerah. Semoga mereka dapat menunjukkan kemampuan terbaiknya dan memperoleh hasil yang memuaskan,” katanya.

Salah satu peserta bidang IPA, Muhammad Sagilang Firjatullah, mengaku senang sekaligus termotivasi dapat mengikuti OSN tingkat kabupaten tahun ini.

“Alhamdulillah, saya bersyukur mendapat kesempatan mengikuti OSN. Saya berharap bisa memberikan hasil terbaik dan membawa nama baik SMP Tahfidh Ma’had Yasin,” ujarnya.

Dengan persiapan yang matang, dukungan dari guru pembimbing, serta doa dari seluruh keluarga besar sekolah, para peserta OSN SMP Tahfidh Ma’had Yasin diharapkan mampu mengukir prestasi dan membawa kebanggaan di tingkat kabupaten.

Menyentuh Hati dan Penuh Keutamaan, Santri SMP Tahfidh Ma’had Yasin Antusias Jalankan Puasa Tarwiyah dan Arafah

Menjelang datangnya Hari Raya Iduladha 1447 H, suasana religius dan penuh semangat ibadah terasa begitu kuat di lingkungan SMP Tahfidh Ma’had Yasin. Para santri tampak antusias menjalankan puasa sunnah Tarwiyah dan Arafah sebagai bagian dari pembiasaan ibadah yang terus ditanamkan oleh sekolah dalam membentuk generasi Qurani yang berakhlak mulia dan bertakwa kepada Allah SWT.

Puasa Tarwiyah yang dilaksanakan pada 8 Dzulhijjah serta puasa Arafah pada 9 Dzulhijjah menjadi momentum istimewa bagi para santri untuk meningkatkan kualitas ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Kegiatan ini tidak hanya menjadi rutinitas keagamaan semata, tetapi juga sarana pendidikan karakter yang membentuk kedisiplinan, kesabaran, serta keikhlasan dalam diri para santri.

Sejak pagi hari, para santri tetap mengikuti kegiatan belajar mengajar dengan penuh semangat meskipun sedang menjalankan ibadah puasa. Suasana sekolah terlihat lebih tenang, hangat, dan penuh kebersamaan. Para guru turut memberikan motivasi dan pendampingan agar para santri dapat menjalankan puasa sunnah dengan baik serta memahami keutamaan yang terkandung di dalamnya.

Plh. Kepala SMP Tahfidh Ma’had Yasin, H. Suprapto, S.H., M.H., menyampaikan bahwa pembiasaan ibadah sunnah merupakan bagian penting dari pendidikan di SMP Tahfidh Ma’had Yasin. Menurutnya, pendidikan tidak hanya berfokus pada akademik, tetapi juga pada pembentukan akhlak dan spiritual peserta didik.

“Puasa Tarwiyah dan Arafah memiliki banyak keutamaan yang luar biasa. Melalui kegiatan ini, kami ingin menanamkan kepada para santri bahwa ibadah sunnah mampu membentuk pribadi yang sabar, disiplin, dan lebih dekat kepada Allah SWT. Kami berharap kebiasaan baik ini tidak hanya dilakukan di sekolah, tetapi juga menjadi amalan yang terus dijaga dalam kehidupan sehari-hari,” tuturnya.

Beliau juga menambahkan bahwa suasana pendidikan berbasis pesantren di SMP Tahfidh Ma’had Yasin menjadi salah satu sarana terbaik dalam membangun karakter religius para santri sejak dini. Dengan pembiasaan ibadah yang konsisten, para santri diharapkan mampu tumbuh menjadi generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat dalam iman dan akhlak.

Semangat para santri dalam menjalankan puasa sunnah pun terlihat begitu nyata. Salah satu santri kelas IXA, M. Agil Al Agsy, mengaku merasa senang dan termotivasi karena dapat menjalankan puasa bersama teman-temannya di lingkungan sekolah dan pesantren.

“Alhamdulillah, kami merasa lebih semangat karena menjalankan puasa bersama-sama. Selain belajar menahan lapar dan haus, kami juga belajar menjaga sikap, memperbanyak doa, dan lebih disiplin dalam beribadah. Semoga puasa ini membawa keberkahan untuk kami semua,” ungkapnya.

Pelaksanaan puasa Tarwiyah dan Arafah di SMP Tahfidh Ma’had Yasin menjadi bukti nyata komitmen sekolah dalam membentuk budaya religius di lingkungan pendidikan. Tidak hanya mengajarkan ilmu pengetahuan, sekolah juga terus membimbing para santri agar memiliki kebiasaan ibadah yang kuat dan cinta terhadap syariat Islam.

Melalui kegiatan ini, SMP Tahfidh Ma’had Yasin berharap seluruh santri dapat mengambil hikmah dari ibadah puasa sunnah, meningkatkan rasa syukur, serta memperkuat hubungan dengan Allah SWT. Semangat ibadah yang tumbuh sejak usia muda diharapkan mampu menjadi bekal berharga bagi para santri dalam menghadapi masa depan serta menjadi generasi penerus bangsa yang berilmu, beriman, dan berakhlak mulia.

Dua Santri Ukir Prestasi di Kejurprov Jateng 2026, SMP Tahfidh Ma’had Yasin Bikin Bangga di GOR Jatidiri

SEMARANG — Kabar membanggakan datang dari ajang Festival Pingpong Santri dalam rangka Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Tenis Meja se-Jawa Tengah 2026. Dua siswa SMP Tahfidh Ma’had Yasin sukses menorehkan prestasi gemilang dan mengharumkan nama sekolah di tingkat provinsi.

Dalam kompetisi yang digelar di GOR Jatidiri Semarang pada Sabtu, 23 Mei 2026 tersebut, Adnan Javaris Ibrahima berhasil meraih Juara 2 Festival Pingpong Santri. Sementara itu, M. Faiq Badruzzaman Al Khalifi turut menyumbangkan prestasi dengan meraih Juara 3.

Prestasi tersebut menjadi bukti bahwa para santri tidak hanya unggul dalam bidang akademik dan keagamaan, tetapi juga mampu bersaing dalam bidang olahraga. Semangat juang, disiplin latihan, dan kerja keras para siswa menjadi kunci keberhasilan mereka menembus persaingan ketat di tingkat provinsi.

Plh. Kepala SMP Tahfidh Ma’had Yasin, H. Suprapto, S.H., M.H., menyampaikan rasa bangga dan apresiasinya atas pencapaian para siswa tersebut.

“Alhamdulillah, kami sangat bersyukur dan bangga atas prestasi yang diraih ananda Adnan Javaris Ibrahima dan M. Faiq Badruzzaman Al Khalifi. Ini merupakan hasil dari kerja keras, disiplin latihan, serta semangat juang yang luar biasa. Semoga prestasi ini menjadi motivasi bagi seluruh siswa untuk terus berprestasi, baik di bidang akademik, keagamaan, maupun olahraga,” ujarnya.

Ia juga berharap keberhasilan tersebut dapat menjadi langkah awal untuk meraih prestasi yang lebih tinggi di masa mendatang.

Ajang Festival Pingpong Santri sendiri menjadi salah satu kompetisi yang menarik perhatian karena mempertemukan para santri berbakat dari berbagai daerah di Jawa Tengah. Kompetisi ini juga menjadi wadah pembinaan sekaligus pengembangan bakat olahraga di kalangan santri.

Prestasi ini sekaligus menjadi kebanggaan tersendiri bagi keluarga besar SMP Tahfidh Ma’had Yasin yang terus berkomitmen mencetak generasi berkarakter, berprestasi, dan mampu bersaing di tingkat regional maupun nasional.

Sabtu, 23 Mei 2026
GOR Jatidiri Semarang

Geger di Kejurprov! Tiga Siswa SMP Tahfidh Ma’had Yasin Siap Harumkan Nama Sekolah di Festival Pingpong Santri Jateng 2026

Semarang — Semangat dan perjuangan luar biasa ditunjukkan oleh tiga siswa SMP Tahfidh Ma’had Yasin yang turut ambil bagian dalam ajang Festival Pingpong Santri pada kegiatan Kejurprov Tenis Meja se-Jawa Tengah 2026. Kompetisi bergengsi ini digelar pada Sabtu, 23 Mei 2026, di GOR Jatidiri Semarang.

Ketiga siswa tersebut hadir sebagai perwakilan sekolah dengan penuh percaya diri dan semangat sportivitas tinggi. Keikutsertaan mereka menjadi bukti bahwa santri tidak hanya unggul dalam bidang akademik dan keagamaan, tetapi juga mampu berprestasi di bidang olahraga, khususnya tenis meja.

Festival Pingpong Santri sendiri menjadi salah satu rangkaian kegiatan yang paling menarik perhatian dalam Kejurprov tahun ini. Selain menjadi wadah kompetisi, kegiatan tersebut juga bertujuan mempererat silaturahmi antarpesantren dan sekolah Islam di Jawa Tengah melalui olahraga.

Kepala sekolah dan para pembina SMP Tahfidh Ma’had Yasin mengaku bangga atas semangat para siswa yang telah berani tampil dan bersaing di tingkat provinsi. Mereka berharap pengalaman ini dapat menjadi motivasi bagi siswa lain untuk terus mengembangkan bakat dan kemampuan di berbagai bidang.

“Ini bukan hanya soal menang atau kalah, tetapi tentang keberanian, disiplin, dan semangat membawa nama baik sekolah,” ujar salah satu pendamping kegiatan.

Atmosfer kompetisi di GOR Jatidiri berlangsung meriah dengan dukungan para peserta, official, dan penonton dari berbagai daerah di Jawa Tengah. Ajang ini sekaligus menjadi bukti bahwa olahraga mampu menjadi media positif dalam membangun karakter generasi muda.

Dengan mengikuti Festival Pingpong Santri dalam Kejurprov Tenis Meja Jawa Tengah 2026, SMP Tahfidh Ma’had Yasin kembali menunjukkan komitmennya dalam mencetak generasi yang berprestasi, berakhlak, dan siap bersaing di berbagai bidang.

Bikin Bangga! Empat Santri SMP Tahfidh Ma’had Yasin Borong Juara di Kejurkab Pencak Silat Kudus 2026

Prestasi membanggakan kembali diraih para santri SMP Tahfidh Ma’had Yasin dalam ajang Kejuaraan Kabupaten (Kejurkab) Pencak Silat Kabupaten Kudus Tahun 2026. Empat siswa berhasil membawa pulang medali dan mengharumkan nama sekolah melalui penampilan terbaik mereka di berbagai kategori pertandingan.

Ajang bergengsi tingkat kabupaten tersebut menjadi wadah bagi para atlet muda untuk menunjukkan kemampuan, disiplin, dan semangat juang dalam olahraga pencak silat. SMP Tahfidh Ma’had Yasin pun kembali membuktikan kualitas pembinaan siswa, baik di bidang akademik maupun nonakademik.

Berikut daftar siswa berprestasi dalam Kejurkab Pencak Silat Kabupaten Kudus 2026:

  1. M. Faiq Badruzzaman Al Khalifi — Juara 2 Kategori I Remaja Putra
  2. Raffi Arshavin Agassin — Juara 2 Kategori I Pra Remaja Putra
  3. Raesha Athaillah Atahya — Juara 3 Kategori D Pra Remaja Putra
  4. Abdullah Musthofa Ahza — Juara 3 Kategori E Pra Remaja Putra

Keberhasilan ini menjadi bukti nyata bahwa para siswa SMP Tahfidh Ma’had Yasin mampu bersaing dan menunjukkan prestasi di tingkat kabupaten. Selain menjadi kebanggaan sekolah, pencapaian tersebut juga diharapkan dapat memotivasi siswa lainnya untuk terus mengembangkan potensi dan bakat yang dimiliki.

Plh. Kepala SMP Tahfidh Ma’had Yasin, H. Suprapto, S.H., M.H., menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya atas perjuangan para siswa yang telah memberikan hasil terbaik bagi sekolah.

“Kami sangat bangga atas prestasi yang diraih para siswa dalam Kejurkab Pencak Silat Kabupaten Kudus 2026 ini. Semoga pencapaian ini menjadi motivasi bagi seluruh siswa untuk terus berprestasi, menjaga semangat latihan, disiplin, dan tetap menjunjung tinggi sportivitas,” ujar H. Suprapto, S.H., M.H.

Ia juga berharap prestasi tersebut dapat menjadi langkah awal bagi para siswa untuk terus berkembang dan meraih prestasi yang lebih tinggi di tingkat yang lebih luas.

Dengan semangat juang dan kerja keras yang terus ditanamkan, SMP Tahfidh Ma’had Yasin berkomitmen untuk mendukung pengembangan bakat siswa di berbagai bidang, sehingga mampu mencetak generasi yang unggul, berprestasi, dan berakhlakul karimah.

Tenaga Kependidikan SMP Tahfidh Ma’had Yasin Raih Prestasi Wisuda Tahfidz 30 Juz

Di tengah kesibukannya sebagai tenaga kependidikan di SMP Tahfidh Ma’had Yasin, Nur Rosyida Amalia, S.Pd. berhasil menorehkan prestasi membanggakan dengan menyelesaikan hafalan Al-Qur’an 30 juz.

Perempuan yang akrab disapa Mbak Amel ini tampak haru sekaligus bahagia saat menerima syahadah tahfidz di usia 24 tahun. Momen tersebut menjadi puncak dari perjalanan panjang dan penuh tantangan dalam menghafal Al-Qur’an.

Nur Rosyida menempuh proses tahfidz di Pondok Pesantren Yasin 1 (pusat) Sunggingan, Kudus. Setelah lulus dari MAN 2 Kudus, ia memutuskan untuk tetap mondok sambil melanjutkan pendidikan tinggi di IAIN Sunan Kudus.

“Proses menghafal Al-Qur’an sambil kuliah itu sangat berat dan penuh ujian. Namun, Alhamdulillah berkat doa dan dukungan kedua orang tua, saya dapat menyelesaikannya,” ungkapnya.

Keberhasilan ini turut menambah jumlah hafiz dan hafizah di lingkungan tenaga pendidik SMP Tahfidh Ma’had Yasin menjadi sembilan orang. Para pendidik tersebut mengampu berbagai mata pelajaran agama, seperti tafsir, hadis, fikih, bahasa Arab, dan tahfidz.

Sementara itu, seluruh murobbi (pembimbing) putra dan putri yang mendampingi para santri di lingkungan tersebut juga merupakan hafiz dan hafizah, sehingga diharapkan mampu menciptakan lingkungan pendidikan yang kuat dalam nilai-nilai keislaman dan Al-Qur’an.

Setiap tiga hari sekali khatam Al-Qur’an

Pada bulan ramadhan tahun 1447 H/2026 M salah satu santri asal Daerah Istimewa Yogyakarta atas nama M. Agil Al Agsy yang saat ini menduduki kelas IX-A telah mengkhatamkan Al-qur’an sebanyak 6x saat di pesantren. Pada saat diwawancarai, ia mengatakan bahwasanya sangat termotivasi dengan bulan ramadhan, bulannya Al-qur’an dan telah memiliki target untuk mengkhatamkan Al-qur’an setiap 3 hari sekali.

“Awalnya baca sendiri binnadzor, per 3 hari khatam. Tapi setelah ada STS (Sumatif Tengah Semester) ya jadi 4 harian” katanya saat ditemui usai mengerjakan sumatif.

Agil, sapaan akrabnya membaca Al-qur’an secara mandiri kemudian setelah sampai pada juz ke-30 disimakkan kepada Ustad Sabiq yang mana beliau adalah ustad halaqoh dari ananda.

“Saya mendapatkan motivasi dari Ustad Ashfa saat ngaji, beliau mengatakan bahwasanya jika tidak bisa berbuat baik saat ramadhan, setidaknya tidak mengotori di bulan suci ramadhan” tambahnya saat ditanya terkait motivasi.

Selain Agil, ada banyak santri yang akhirnya termotivasi dengan semangat Al-Qur’an yang disebarkan olehnya. Ia berencana, setelah perpulangan santri pun nantinya akan tetap melanjutkan semangat dalam mengkhatamkan Al-Qur’an.

1 2 3 8