Persami SMP Tahfidh Ma’had Yasin Berlangsung Meriah, Dari Pioneering hingga Pelantikan Anggota Penggalang

KUDUS – Gugus Depan (Gudep) 04.119-04.120 Pangkalan SMP Tahfidh Ma’had Yasin sukses menyelenggarakan Perkemahan Sabtu-Minggu (Persami) pada 12–13 September 2026. Kegiatan yang berlangsung penuh semangat dan kebersamaan ini menjadi momentum bagi anggota Pramuka untuk belajar, berlatih, sekaligus membangun karakter, kemandirian, dan jiwa kepemimpinan.

Kegiatan Persami didampingi oleh Kak Laiyana Izzatin Naza, Lc. dan Kak Rudy Setyawan, S.Pd., Gr., selaku pembina Pramuka Gudep 04.119-04.120 Pangkalan SMP Tahfidh Ma’had Yasin. Keduanya secara bergantian bertugas sebagai pembina upacara dalam rangkaian kegiatan Persami.

Beragam kegiatan dikemas secara menarik dan edukatif, mulai dari lomba pioneering, pemberian materi kepramukaan, upacara api unggun, kegiatan keagamaan, hiking, hingga pelantikan anggota Penggalang. Seluruh rangkaian kegiatan dirancang untuk memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan sekaligus menanamkan nilai disiplin, tanggung jawab, kerja sama, keberanian, dan kemandirian.

Salah satu kegiatan yang menarik perhatian peserta adalah lomba pioneering. Dalam kegiatan ini, anggota Pramuka ditantang untuk menerapkan keterampilan tali-temali serta membangun kekompakan dalam kelompok. Peserta harus mampu bekerja sama dan membagi tugas agar dapat menyelesaikan tantangan yang diberikan dengan baik.

Selain perlombaan, peserta juga mendapatkan materi kepramukaan yang disampaikan oleh Kak Ivana. Penyampaian materi menjadi kesempatan bagi peserta untuk memperluas wawasan dan meningkatkan keterampilan kepramukaan. Para peserta mengikuti kegiatan dengan antusias dan menunjukkan keaktifan selama proses pembelajaran.

Pada malam hari, suasana Persami semakin semarak dengan pelaksanaan upacara api unggun. Kegiatan tersebut menjadi salah satu momen yang dinantikan peserta karena menghadirkan suasana kebersamaan dan keakraban. Di tengah suasana perkemahan, anggota Pramuka dapat mempererat persaudaraan sekaligus merefleksikan berbagai pengalaman yang telah diperoleh selama kegiatan.

Sebagai sekolah berbasis pesantren, SMP Tahfidh Ma’had Yasin juga memberikan ruang bagi peserta untuk mengikuti kegiatan keagamaan selama Persami. Kegiatan tersebut menjadi bagian penting dalam membentuk karakter peserta didik agar tidak hanya terampil dalam kepramukaan, tetapi juga memiliki sikap religius dan akhlak yang baik.

Rangkaian kegiatan berlanjut pada hari kedua melalui hiking. Para peserta berjalan menyusuri rute yang telah ditentukan sambil menerapkan keterampilan yang telah dipelajari. Hiking menjadi sarana untuk melatih ketahanan, kekompakan, keberanian, kedisiplinan, dan kemampuan bekerja sama dalam menghadapi tantangan.

Salah satu momen penting dalam Persami adalah pelantikan anggota Penggalang. Prosesi pelantikan menjadi penanda tahap baru bagi para peserta dalam perjalanan mereka sebagai anggota Pramuka. Momen tersebut juga menjadi bentuk penghargaan terhadap proses latihan dan pembelajaran yang telah mereka jalani.

Kemeriahan kegiatan semakin lengkap dengan pemberian hadiah kepada para pemenang lomba. Penghargaan diberikan sebagai bentuk apresiasi atas semangat, kreativitas, kerja sama, dan sportivitas yang ditunjukkan peserta selama mengikuti perlombaan.

Bagi Gudep 04.119-04.120, Persami bukan sekadar kegiatan perkemahan, tetapi menjadi bagian dari proses pendidikan karakter melalui pengalaman nyata. Peserta belajar menghadapi tantangan, menyelesaikan persoalan bersama, mematuhi aturan, serta bertanggung jawab terhadap diri sendiri dan kelompok.

Pendampingan dari para pembina juga menjadi bagian penting dalam memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan tertib dan memberikan pengalaman yang bermakna bagi peserta. Melalui keteladanan, arahan, dan pendampingan, anggota Pramuka diarahkan untuk menerapkan nilai-nilai Tri Satya dan Dasa Darma Pramuka dalam kehidupan sehari-hari.

Pelaksanaan Persami pada 12–13 September 2026 diharapkan dapat menjadi pengalaman berharga bagi seluruh anggota Pramuka SMP Tahfidh Ma’had Yasin. Tidak hanya membawa pulang hadiah bagi para pemenang, peserta juga membawa pengalaman, persahabatan, keterampilan, dan nilai-nilai karakter yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Melalui kegiatan tersebut, Gudep 04.119-04.120 Pangkalan SMP Tahfidh Ma’had Yasin terus berkomitmen menjadikan kegiatan kepramukaan sebagai sarana pembentukan generasi yang mandiri, disiplin, tangguh, religius, dan berkarakter.

Persami boleh berakhir, tetapi semangat untuk terus belajar, berkarya, dan mengamalkan nilai-nilai Pramuka harus terus menyala.

#SMPTahfidhMahadYasin #Persami2026 #Pramuka #Gudep04119 #Gudep04120 #PramukaPenggalang #PelantikanPenggalang #SekolahBerbasisPesantren

SMP Tahfidh Ma’had Yasin Borong 5 Juara 1 di MAPSI Kabupaten Kudus 2026, Juara Umum untuk Keenam Kalinya Berturut-turut!

KUDUS — Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh siswa-siswi SMP Tahfidh Ma’had Yasin dalam ajang MAPSI (Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Seni Islami) Tingkat Kabupaten Kudus Tahun 2026. Kegiatan yang berlangsung di SMP Negeri 2 Dawe, Kudus, pada 2 September 2026 tersebut menjadi momentum bagi para peserta untuk menunjukkan kemampuan terbaik dalam berbagai cabang lomba keislaman.

Dalam kompetisi tersebut, delegasi SMP Tahfidh Ma’had Yasin berhasil meraih delapan prestasi, yang terdiri atas lima Juara 1, dua Juara 2, dan satu Juara 3. Lebih membanggakan lagi, capaian tersebut mengantarkan SMP Tahfidh Ma’had Yasin sebagai Juara Umum MAPSI Tingkat Kabupaten Kudus untuk keenam kalinya secara berturut-turut sejak pertama kali mengikuti ajang MAPSI.

Raihan tersebut menjadi pencapaian istimewa sekaligus bukti konsistensi SMP Tahfidh Ma’had Yasin dalam membina potensi siswa di bidang Pendidikan Agama Islam, Al-Qur’an, seni Islami, dan keterampilan keagamaan.

🏆 Juara 1

  1. Tilawah Putra
    Muhammad Wazni Hakam (VIII-A) — Juara 1
  2. Tilawah Putri
    Yumna Fariha (VII-B) — Juara 1
  3. Tartil Putra
    Zaky Mirza Alfarizi (VII-A) — Juara 1
  4. Tahfidz Putra
    Muhammad Chazim’Arofil Millah (IX-A) — Juara 1
  5. Adzan
    Faiz Faza Abdullah (VII-A) — Juara 1

🥈 Juara 2

  1. Kaligrafi Putra
    Bintang Razka Bachtiar (VIII-A) — Juara 2
  2. Kaligrafi Putri
    Afika Nur Aziza Widodo (IX-B) — Juara 2

🥉 Juara 3

  1. Tartil Putri
    Nazlia Nururrikham (IX-B) — Juara 3

Enam Kali Berturut-turut Juara Umum MAPSI

Predikat Juara Umum untuk keenam kalinya secara berturut-turut menjadi catatan prestasi tersendiri bagi SMP Tahfidh Ma’had Yasin. Sejak pertama kali mengikuti ajang MAPSI, sekolah terus menunjukkan konsistensi dalam mempertahankan prestasi hingga kembali meraih posisi tertinggi pada MAPSI Kabupaten Kudus 2026.

Konsistensi tersebut tidak diraih secara instan. Di balik setiap prestasi terdapat proses pembinaan, latihan rutin, pendampingan pembimbing, kedisiplinan siswa, serta dukungan dari seluruh warga sekolah.

Lima Juara 1 yang diraih tahun ini pada cabang Tilawah Putra, Tilawah Putri, Tartil Putra, Tahfidz Putra, dan Adzan menjadi salah satu faktor penting dalam keberhasilan delegasi SMP Tahfidh Ma’had Yasin mempertahankan gelar Juara Umum.

Bukti Konsistensi Pembinaan Pendidikan Islami

Raihan prestasi tersebut tidak hanya menjadi kebanggaan bagi para siswa, tetapi juga menjadi gambaran dari proses pembinaan yang dilakukan secara berkelanjutan di SMP Tahfidh Ma’had Yasin.

Berbagai potensi siswa, khususnya dalam bidang Al-Qur’an, seni Islami, dan keterampilan keagamaan, terus dikembangkan melalui latihan dan pendampingan. Keberhasilan mempertahankan gelar Juara Umum MAPSI selama enam kali berturut-turut menunjukkan bahwa proses pembinaan tersebut berjalan secara konsisten.

Kepala SMP Tahfidh Ma’had Yasin, Muhamad Mas’ud Shahat, menyampaikan apresiasi atas perjuangan dan capaian para siswa dalam ajang MAPSI Tingkat Kabupaten Kudus 2026.

Menurutnya, prestasi yang diraih bukan sekadar tentang mendapatkan juara, tetapi juga merupakan hasil dari proses belajar, latihan, kedisiplinan, dan keberanian siswa untuk tampil serta berkompetisi.

“Kami sangat bersyukur dan bangga atas prestasi yang diraih anak-anak dalam MAPSI Tingkat Kabupaten Kudus. Terlebih, tahun ini SMP Tahfidh Ma’had Yasin kembali dipercaya menjadi Juara Umum untuk keenam kalinya secara berturut-turut. Ini merupakan hasil dari kerja keras anak-anak, pembimbing, dan dukungan seluruh warga sekolah. Semoga capaian ini menjadi motivasi untuk terus belajar, berlatih, dan meningkatkan kemampuan,” ujar Muhamad Mas’ud Shahat.

Ia juga berharap prestasi tersebut dapat terus berkembang dan memberikan motivasi kepada seluruh siswa SMP Tahfidh Ma’had Yasin untuk tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga memiliki kemampuan keagamaan dan seni Islami yang baik.

“Harapan kami, prestasi ini tidak berhenti sampai di tingkat Kabupaten Kudus. Semoga anak-anak terus berkembang, mampu membawa nama baik sekolah pada kompetisi berikutnya, dan yang paling penting tetap rendah hati serta menjadikan kemampuan yang dimiliki sebagai bekal untuk memberikan manfaat bagi orang lain,” tambahnya.

Menjadi Motivasi untuk Terus Berprestasi

Capaian delapan prestasi sekaligus Juara Umum untuk keenam kalinya secara berturut-turut dalam MAPSI Tingkat Kabupaten Kudus 2026 menjadi catatan positif bagi SMP Tahfidh Ma’had Yasin.

Lima Juara 1 yang diraih pada cabang Tilawah Putra, Tilawah Putri, Tartil Putra, Tahfidz Putra, dan Adzan menjadi pencapaian yang patut diapresiasi. Sementara itu, prestasi Juara 2 pada cabang Kaligrafi Putra dan Kaligrafi Putri, serta Juara 3 pada cabang Tartil Putri, semakin melengkapi keberhasilan delegasi sekolah dalam ajang tersebut.

Enam kali berturut-turut menjadi Juara Umum bukan hanya sebuah angka, tetapi menjadi bukti konsistensi, kerja keras, dan komitmen dalam pembinaan prestasi siswa.

Prestasi ini diharapkan menjadi pemantik semangat bagi seluruh siswa untuk terus berproses, menggali potensi, dan berani berkompetisi. Dengan pembinaan yang konsisten dan dukungan dari berbagai pihak, SMP Tahfidh Ma’had Yasin optimistis dapat terus melahirkan generasi yang berprestasi, berkarakter, serta memiliki kecintaan terhadap Al-Qur’an dan nilai-nilai Islam.

Selamat kepada seluruh peserta MAPSI SMP Tahfidh Ma’had Yasin atas prestasi yang telah diraih. Enam kali berturut-turut Juara Umum! Terus berprestasi, tetap rendah hati, dan terus menginspirasi!

#SekolahBerbasisPesantren
#SMPTahfidhMahadYasin
#MAPSIKudus2026
#JuaraUmum
#EnamKaliBerturutTurut
#PrestasiSiswa
#MAPSI2026

11 Peserta Siap Harumkan Nama SMP Tahfidh Ma’had Yasin di MAPSI Kabupaten Kudus 2026

KUDUS – Sebanyak 11 peserta didik SMP Tahfidh Ma’had Yasin siap mengikuti Lomba Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Seni Islami (MAPSI) Tingkat Kabupaten Kudus Tahun 2026. Kegiatan tersebut akan dilaksanakan di SMP Negeri 2 Dawe pada 2 September 2026.

Keikutsertaan SMP Tahfidh Ma’had Yasin dalam MAPSI Tingkat Kabupaten Kudus menjadi salah satu bentuk komitmen sekolah dalam mengembangkan potensi peserta didik, khususnya di bidang Pendidikan Agama Islam dan seni Islami. Ajang ini sekaligus menjadi wadah bagi peserta didik untuk mengasah kemampuan, meningkatkan kepercayaan diri, serta memperoleh pengalaman berkompetisi di tingkat kabupaten.

Sebanyak 11 peserta didik akan mewakili SMP Tahfidh Ma’had Yasin dalam berbagai cabang lomba. Mereka telah mempersiapkan diri untuk memberikan penampilan terbaik dan membawa nama baik sekolah.

11 Peserta Siap Bertanding di Berbagai Cabang

Berikut peserta SMP Tahfidh Ma’had Yasin yang akan mengikuti MAPSI Tingkat Kabupaten Kudus Tahun 2026:

  1. Cerdas Cermat Islami
    • Nadiya Salma Najiyah (IX-B)
    • Durraet Brilliant Ahmadah (VIII-B)
    • Ghina Alma Zahira (VIII-B)
  2. Tilawah Putra
    • Muhammad Wazni Hakam (VIII-A)
  3. Tilawah Putri
    • Yumna Fariha (VII-B)
  4. Tartil Putra
    • Zaky Mirza Alfarizi (VII-A)
  5. Tartil Putri
    • Nazlia Nururrikham (IX-B)
  6. Tahfidz Putra
    • Muhammad Chazim’ Arofil Millah (IX-A)
  7. Pidato Putra
    • Danish Rafa Alvaro (VII-A)
  8. Pidato Putri
    • Ica Luthfiyah Husna (IX-B)
  9. Kaligrafi Putra
    • Bintang Razka Bachtiar (VIII-A)
  10. Kaligrafi Putri
    • Afika Nur Aziza Widodo (IX-B)
  11. Adzan
    • Faiz Faza Abdullah (VII-A)

Keberagaman cabang yang diikuti menunjukkan bahwa peserta didik SMP Tahfidh Ma’had Yasin memiliki potensi yang beragam, mulai dari pengetahuan keislaman, kemampuan membaca Al-Qur’an, hafalan, seni kaligrafi, kemampuan berpidato, hingga keterampilan melantunkan azan.

Kepala Sekolah Beri Motivasi kepada Peserta

Kepala SMP Tahfidh Ma’had Yasin, Muhamad Mas’ud Shahat, berharap seluruh peserta dapat mengikuti perlombaan dengan penuh percaya diri, disiplin, dan menjunjung tinggi sportivitas.

Menurutnya, keikutsertaan dalam MAPSI bukan hanya tentang meraih juara, tetapi juga menjadi bagian dari proses pendidikan untuk membangun karakter dan mengembangkan potensi peserta didik.

“Kami berharap seluruh peserta dapat mengikuti MAPSI dengan penuh percaya diri, menjaga akhlak, menjunjung tinggi sportivitas, dan memberikan kemampuan terbaik. Jangan hanya berorientasi pada hasil, tetapi jadikan perlombaan ini sebagai pengalaman untuk belajar, berkembang, dan menunjukkan potensi yang dimiliki,” ungkap Muhamad Mas’ud Shahat.

Ia juga berharap pengalaman mengikuti MAPSI dapat menjadi motivasi bagi para peserta untuk terus meningkatkan kemampuan serta mendorong peserta didik lainnya agar berani mengembangkan potensi di berbagai bidang.

Membawa Semangat Sekolah Berbasis Pesantren

Sebagai sekolah berbasis pesantren, SMP Tahfidh Ma’had Yasin terus memberikan ruang kepada peserta didik untuk mengembangkan kemampuan akademik, keagamaan, seni, dan keterampilan.

MAPSI Tingkat Kabupaten Kudus menjadi salah satu momentum bagi peserta didik untuk mengimplementasikan kemampuan yang telah mereka pelajari sekaligus belajar berkompetisi secara sehat.

Lebih dari sekadar perlombaan, kegiatan ini diharapkan mampu menanamkan nilai-nilai positif kepada peserta didik, seperti percaya diri, disiplin, tanggung jawab, kerja keras, sportivitas, dan akhlak mulia.

Dengan persiapan dan semangat yang telah dibangun, para peserta SMP Tahfidh Ma’had Yasin siap tampil maksimal dalam MAPSI Tingkat Kabupaten Kudus Tahun 2026.

Selamat berjuang kepada seluruh peserta! Tampilkan kemampuan terbaik, jaga sportivitas, dan bawa nama baik SMP Tahfidh Ma’had Yasin. Semoga meraih hasil terbaik dan mengukir prestasi di MAPSI Tingkat Kabupaten Kudus 2026.

#SekolahBerbasisPesantren #MAPSIKudus2026 #MAPSI2026 #SMPTahfidhMahadYasin #PrestasiPelajar #Kudus

Kontingen SMP Tahfidh Ma’had Yasin Borong Enam Prestasi di Lomba Tingkat II Kwartir Ranting Bae 2026

Kudus, 16 Agustus 2026 — Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh Gugus Depan (Gudep) 04.119/04.120 pangkalan SMP Tahfidh Ma’had Yasin dalam ajang Lomba Tingkat II (LT II) Kwartir Ranting Bae Tahun 2026 yang berlangsung pada 15–16 Agustus 2026.

Dalam ajang yang mempertemukan para Pramuka Penggalang tersebut, kontingen SMP Tahfidh Ma’had Yasin berhasil membawa pulang enam penghargaan dari berbagai cabang perlombaan. Capaian ini menjadi bukti semangat, kerja sama, keterampilan, dan ketekunan para peserta didik dalam mengikuti kegiatan kepramukaan.

Berdasarkan Laporan Hasil Lomba Tingkat II Kwartir Ranting Bae Tahun 2026, berikut prestasi yang berhasil diraih kontingen Gudep 04.119/04.120 SMP Tahfidh Ma’had Yasin:

  1. Juara I SMP Lomba Hasta Karya Putri
  2. Juara II SMP Lomba Pentas Seni
  3. Juara II SMP Lomba SMS (Sandi, Morse, dan Semaphore)
  4. Juara III SMP Lomba PBB (Peraturan Baris-Berbaris)
  5. Juara III SMP Lomba Hasta Karya Putra
  6. Juara Harapan I SMP Lomba Cerdas Cermat (LCC)

Raihan tersebut menunjukkan bahwa kemampuan peserta tidak hanya terasah dalam keterampilan kepramukaan, tetapi juga dalam bidang kreativitas, seni, kedisiplinan, komunikasi, serta kemampuan berpikir dan bekerja sama dalam tim.

Keberhasilan meraih Juara I Hasta Karya Putri menjadi salah satu capaian tertinggi yang berhasil dipersembahkan kontingen. Selain itu, prestasi pada Pentas Seni dan SMS turut memperlihatkan kemampuan peserta dalam mengembangkan kreativitas sekaligus menguasai keterampilan dasar kepramukaan.

Prestasi pada Lomba PBB dan Hasta Karya Putra juga menjadi bukti kedisiplinan serta kreativitas peserta didik. Sementara itu, keberhasilan meraih Juara Harapan I dalam LCC menunjukkan kemampuan peserta dalam memahami berbagai pengetahuan dan menjawab tantangan kompetisi secara cepat dan tepat.

Keikutsertaan dalam LT II Kwartir Ranting Bae bukan semata-mata tentang meraih juara. Kegiatan ini menjadi sarana pembentukan karakter peserta didik melalui pengalaman belajar di luar kelas. Nilai kedisiplinan, kemandirian, tanggung jawab, kerja sama, kepemimpinan, dan sportivitas menjadi bagian penting yang diperoleh selama mengikuti perlombaan.

Capaian enam prestasi tersebut sekaligus menjadi motivasi bagi Gudep 04.119/04.120 pangkalan SMP Tahfidh Ma’had Yasin untuk terus meningkatkan kualitas pembinaan kepramukaan. Prestasi ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi seluruh peserta didik untuk berani mengembangkan potensi, bekerja keras, dan memberikan kontribusi terbaik bagi sekolah.

Dengan raihan tersebut, SMP Tahfidh Ma’had Yasin berhasil menorehkan catatan positif dalam Lomba Tingkat II Kwartir Ranting Bae Tahun 2026. Semoga prestasi ini menjadi langkah awal untuk meraih pencapaian yang lebih tinggi pada ajang kepramukaan berikutnya.

Gugus Depan SMP Tahfidh Ma’had Yasin Kirim Kontingen Lomba Tingkat II Kwartir Ranting Bae

Kudus, 15 Agustus 2026 — Gugus Depan (Gudep) 04.119–04.120 Pangkalan SMP Tahfidh Ma’had Yasin mengirimkan kontingen untuk mengikuti Lomba Tingkat II (LT-II) Kwartir Ranting Bae yang dilaksanakan pada 15–16 Agustus 2026 di SMA Negeri 1 Bae, Kudus.

Keikutsertaan ini menjadi salah satu bentuk komitmen SMP Tahfidh Ma’had Yasin dalam memberikan ruang kepada para santri untuk mengembangkan potensi, keterampilan kepramukaan, kemandirian, kedisiplinan, kepemimpinan, serta kemampuan bekerja sama dalam sebuah tim.

Lomba Tingkat II merupakan kegiatan kepramukaan yang mempertemukan para pramuka penggalang untuk mengasah kemampuan sekaligus membangun karakter melalui berbagai kegiatan dan tantangan. Melalui kegiatan ini, para peserta diharapkan mampu menerapkan nilai-nilai Tri Satya dan Dasa Darma Pramuka dalam kehidupan sehari-hari.

Kontingen Gudep 04.119

Kontingen dari Gudep 04.119 terdiri atas:

  1. Danish Rafa Alvaro — Kelas VII-A
  2. Muhammad Oza Ubaidillah — Kelas VII-A
  3. Ahmd Shihab Al Alawi — Kelas VIII-A
  4. Raffi Arshavin Agassi — Kelas VIII-A
  5. Muhammad Aflah Ahlul Dzikri — Kelas VIII-A
  6. Muhammad Chazim ’Arofil Millah — Kelas IX-A
  7. Mohammad Fattah Al Ilyas — Kelas IX-A
  8. Muhamad Yahya Basyarudin — Kelas IX-A
  9. Adnan Javaris Ibrahima — Kelas IX-A

Kontingen Gudep 04.119 didampingi oleh Rudy Setyawan, S.Pd., Gr. selaku pembina pendamping.

Kontingen Gudep 04.120

Sementara itu, kontingen dari Gudep 04.120 terdiri atas:

  1. Ajwa Valiant Nafisa — Kelas VII-B
  2. Anisa Nur Azizah — Kelas VIII-B
  3. Adenaya Al-Ahza — Kelas VIII-B
  4. Alena Zuhaira — Kelas IX-B
  5. Aurelya Dwi Rahmadanti — Kelas IX-B
  6. Dzakira Talita Zahra — Kelas IX-B
  7. Fahdina Riya Salsabila — Kelas IX-B
  8. Faza Anousheh Maulana — Kelas IX-B
  9. Ica Luthfiyah Husna — Kelas IX-B
  10. Dhiyaul Auliya Wijayanto — Kelas IX-B

Kontingen Gudep 04.120 didampingi oleh Laiyana Izzatin Naza, Lc. selaku pembina pendamping.

Ajang Mengasah Potensi dan Karakter

Keikutsertaan dalam LT-II Kwartir Ranting Bae tidak semata-mata berorientasi pada hasil perlombaan. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi kesempatan bagi para santri untuk belajar menghadapi tantangan, membangun kekompakan, meningkatkan rasa percaya diri, serta mengembangkan jiwa kepemimpinan.

Semangat berkompetisi secara sportif juga diharapkan dapat membentuk karakter peserta agar mampu menghargai proses, bekerja sama dengan baik, serta menerima setiap hasil dengan sikap yang positif.

SMP Tahfidh Ma’had Yasin berharap seluruh peserta dapat mengikuti rangkaian kegiatan dengan penuh semangat, menjaga nama baik sekolah dan pangkalan, serta menjunjung tinggi sportivitas selama perlombaan berlangsung.

Mohon Doa dan Dukungan

Keluarga besar SMP Tahfidh Ma’had Yasin mengucapkan selamat berjuang kepada seluruh kontingen Gudep 04.119–04.120 yang mengikuti Lomba Tingkat II Kwartir Ranting Bae.

Semoga seluruh peserta diberikan kesehatan, kelancaran, kekuatan, dan kemudahan dalam mengikuti setiap rangkaian kegiatan. Semoga pengalaman yang diperoleh selama LT-II menjadi bekal berharga untuk terus berkembang menjadi pribadi yang disiplin, mandiri, bertanggung jawab, dan berkarakter.

Selamat berjuang, tetap semangat, junjung sportivitas, dan berikan yang terbaik!

SMP Tahfidh Ma’had Yasin
#SekolahBerbasisPesantren

Setelah 40 Hari Menjadi Santri, Sambangan Pertama Akhirnya Tiba: Momen Hangat Santri Bersama Keluarga

KUDUS, 9 Agustus 2026 — Ahad, 9 Agustus 2026, menjadi hari yang dinantikan para santri SMP Tahfidh Ma’had Yasin. Setelah menjalani rutinitas belajar dan kehidupan pesantren, para santri kembali mendapatkan kesempatan untuk bertemu dan menghabiskan waktu bersama keluarga dalam kegiatan sambangan santri bulan Agustus 2026.

Sambangan kali ini terasa lebih istimewa bagi santri baru karena menjadi sambangan pertama setelah kurang lebih 40 hari menjalani kehidupan di lingkungan pesantren. Sementara bagi santri lama, sambangan menjadi kesempatan untuk kembali melepas kerinduan dan berbagi cerita bersama keluarga.

Suasana hangat tampak sejak pagi. Para orang tua/wali mulai berdatangan untuk menjemput putra-putri mereka. Senyum dan antusiasme santri terlihat ketika bertemu kembali dengan keluarga setelah menjalani aktivitas di pesantren.

Penjemputan Dimulai Pukul 07.00 WIB

Untuk memberikan kesempatan kepada santri dan keluarga menikmati waktu bersama secara optimal, proses penjemputan santri dilaksanakan mulai pukul 07.00 hingga 09.00 WIB.

Orang tua/wali dapat menjemput putra-putrinya sesuai dengan waktu yang telah ditentukan. Setelah proses penjemputan, santri mendapatkan waktu bersama keluarga sebelum kembali ke lingkungan pondok.

Pada sambangan kali ini, santri diperbolehkan diajak keluar dari lingkungan pondok bersama orang tua/wali selama masa sambangan. Kesempatan tersebut dapat dimanfaatkan keluarga untuk menghabiskan waktu bersama, makan bersama, berkunjung ke tempat tertentu, atau sekadar menikmati kebersamaan setelah sekian waktu tidak bertemu.

Bagi santri baru, kesempatan tersebut tentu menjadi pengalaman yang sangat berarti. Setelah sekitar 40 hari beradaptasi dengan kehidupan pesantren, mereka dapat kembali merasakan suasana bersama keluarga secara lebih leluasa.

Santri Baru, 40 Hari Penuh Pembelajaran

Bagi santri baru, 40 hari pertama di pesantren merupakan fase penting dalam proses adaptasi. Mereka belajar mengenal lingkungan baru, mengikuti rutinitas, mengatur waktu, menjaga kedisiplinan, serta mulai membangun kemandirian.

Tidak semua proses berjalan mudah. Rasa rindu kepada orang tua dan keluarga menjadi bagian dari perjalanan tersebut. Namun, perlahan para santri mulai terbiasa dengan kehidupan pesantren dan belajar menghadapi berbagai pengalaman baru.

Karena itu, sambangan pertama menjadi momen yang sangat dinantikan. Pertemuan dengan keluarga menjadi kesempatan untuk melepas kerinduan sekaligus mendapatkan energi dan semangat baru.

Santri Lama Turut Menikmati Sambangan

Tidak hanya santri baru, santri lama juga mendapatkan kesempatan yang sama untuk bertemu dan menghabiskan waktu bersama keluarga.

Bagi santri lama, sambangan menjadi bagian dari rutinitas kehidupan pesantren yang memberikan ruang untuk menjaga kedekatan dengan keluarga. Pertemuan tersebut juga menjadi kesempatan bagi santri untuk berbagi cerita mengenai perkembangan pembelajaran, hafalan Al-Qur’an, kegiatan pesantren, serta pengalaman sehari-hari.

Sambangan menjadi pengingat bahwa meskipun santri belajar mandiri di pesantren, dukungan dan kasih sayang keluarga tetap menjadi bagian penting dalam perjalanan mereka.

Kembali ke Pondok Pukul 15.00–17.00 WIB

Setelah menghabiskan waktu bersama keluarga, santri kembali ke lingkungan pondok sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan. Pengembalian santri dilaksanakan mulai pukul 15.00 hingga 17.00 WIB.

Jadwal tersebut menjadi bagian penting untuk memastikan seluruh santri kembali ke lingkungan pondok dengan tertib sehingga dapat melanjutkan kembali aktivitas dan rutinitas pesantren.

Momen ketika santri kembali ke pondok juga menjadi bagian dari pembelajaran tentang kedisiplinan dan tanggung jawab. Setelah menikmati waktu bersama keluarga, para santri kembali melanjutkan perjalanan mereka sebagai pelajar sekaligus santri.

Sambangan, Ruang untuk Menguatkan

Sambangan bukan sekadar pertemuan antara santri dan keluarga. Di dalamnya terdapat nilai kebersamaan, kasih sayang, dukungan, dan penguatan.

Bagi orang tua, sambangan menjadi kesempatan untuk melihat secara langsung perkembangan putra-putri mereka setelah menjalani kehidupan di pesantren. Bagi santri, kehadiran keluarga menjadi sumber semangat untuk kembali menjalani rutinitas dengan lebih baik.

Terlebih bagi santri baru, sambangan pertama setelah 40 hari menjadi pengalaman yang akan selalu dikenang sebagai salah satu bagian penting dari perjalanan awal mereka menjadi santri.

Pesan Kepala SMP Tahfidh Ma’had Yasin

Kepala SMP Tahfidh Ma’had Yasin menyampaikan bahwa kegiatan sambangan menjadi salah satu momentum penting dalam menjaga komunikasi dan kedekatan antara santri dan keluarga.

“Sambangan merupakan kesempatan yang sangat baik bagi santri untuk bertemu dan melepas kerinduan bersama keluarga, terutama bagi santri baru yang telah menjalani kurang lebih 40 hari pertama di pesantren. Kami berharap momen ini dapat memberikan kebahagiaan sekaligus semangat baru bagi para santri.”

Beliau juga berpesan agar waktu sambangan dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya.

“Kami berharap Bapak dan Ibu dapat memanfaatkan waktu sambangan untuk memberikan perhatian, motivasi, dan doa kepada putra-putrinya. Setelah kembali ke pondok, semoga para santri dapat membawa semangat baru untuk melanjutkan pembelajaran, menghafalkan Al-Qur’an, serta menjalani seluruh kegiatan dengan disiplin dan penuh tanggung jawab.”

Kembali dengan Semangat Baru

Ketika waktu sambangan berakhir, para santri kembali ke lingkungan pondok dengan membawa cerita dan pengalaman baru. Ada cerita tentang perjalanan bersama keluarga, makanan kesukaan, tempat yang dikunjungi, hingga sekadar waktu sederhana yang dihabiskan bersama orang-orang tercinta.

Bagi santri baru, sambangan pertama setelah 40 hari menjadi bukti bahwa perjalanan menjadi santri bukan berarti harus jauh dari kasih sayang keluarga. Justru, jarak dan waktu yang dijalani dapat mengajarkan arti kerinduan, kemandirian, dan penghargaan terhadap kebersamaan.

Sambangan boleh berakhir, tetapi doa dan dukungan keluarga akan selalu menyertai setiap langkah santri.

Selamat kembali ke pondok, para santri. Bawa semangat dari rumah, lanjutkan perjuangan di pesantren, dan terus tumbuh menjadi generasi yang berilmu, berakhlak, mandiri, dan cinta Al-Qur’an.

SMP Tahfidh Ma’had Yasin — Sekolah Berbasis Pesantren.

Dua Pekan Penuh Cerita dan Inspirasi, SMP Tahfidh Ma’had Yasin Lepas Guru Pertukaran dari SMP Negeri 4 Bae

KUDUS, 8 Agustus 2026 — Setelah hampir dua pekan berbagi pengalaman dan praktik baik dalam proses pembelajaran, program pertukaran guru dan murid Kabupaten Kudus Tahun 2026 di SMP Tahfidh Ma’had Yasin resmi berakhir pada Sabtu, 8 Agustus 2026.

Dua guru dari SMP Negeri 4 Bae, yaitu Erilla Itfiana Prastiwi, S.Pd., guru Bahasa Indonesia, dan Dina Luthfi Junita, S.Pd., guru Matematika, mengikuti rangkaian program pertukaran selama periode 27 Juli–8 Agustus 2026.

Kegiatan penarikan tersebut menjadi momen penuh kehangatan sekaligus refleksi atas berbagai pengalaman yang telah terjalin selama program berlangsung. Kehadiran kedua guru memberikan warna baru dalam aktivitas pembelajaran serta membuka ruang bagi guru dan santri SMP Tahfidh Ma’had Yasin untuk saling belajar dan berbagi pengalaman.

Berbagi Pengalaman, Membangun Kebersamaan

Selama berada di SMP Tahfidh Ma’had Yasin, Bu Erilla dan Bu Dina berinteraksi dengan guru serta santri dalam berbagai aktivitas pembelajaran. Kehadiran keduanya menjadi kesempatan untuk memperkenalkan perspektif dan pengalaman pembelajaran dari sekolah asal kepada warga SMP Tahfidh Ma’had Yasin.

Tidak hanya berbagi pengetahuan sesuai bidang masing-masing, program ini juga menjadi ruang untuk membangun komunikasi, memperluas jejaring, dan mengenal budaya belajar di lingkungan sekolah berbasis pesantren.

Bagi para santri, kehadiran guru dari sekolah lain memberikan pengalaman baru dalam mengikuti pembelajaran. Sementara bagi para guru, program ini menjadi kesempatan untuk berdiskusi dan bertukar praktik baik dalam menciptakan pembelajaran yang aktif, bermakna, dan menyenangkan.

Meninggalkan Kesan, Membawa Pengalaman

Penarikan guru pertukaran bukan sekadar berakhirnya sebuah program. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi penanda bahwa berbagai pengalaman dan praktik baik yang telah dibagikan dapat terus dibawa dan dikembangkan di sekolah masing-masing.

Interaksi yang berlangsung selama program juga menjadi bukti bahwa kolaborasi antarsatuan pendidikan dapat menciptakan ruang belajar yang lebih luas. Perbedaan lingkungan sekolah justru menjadi kesempatan untuk saling melengkapi dan memperkaya pengalaman pendidikan.

Ucapan Terima Kasih Kepala SMP Tahfidh Ma’had Yasin

Kepala SMP Tahfidh Ma’had Yasin, Muhamad Mas’ud, S.Pd., M.Pd., menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada SMP Negeri 4 Bae, khususnya kepada Bu Erilla dan Bu Dina, atas partisipasi dan kontribusinya selama mengikuti program pertukaran.

“Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada SMP Negeri 4 Bae, khususnya Ibu Erilla Itfiana Prastiwi dan Ibu Dina Luthfi Junita, yang telah menjadi bagian dari keluarga besar SMP Tahfidh Ma’had Yasin selama program pertukaran guru dan murid berlangsung.”

Beliau berharap pengalaman dan kebersamaan yang telah terjalin dapat menjadi awal dari kerja sama yang lebih luas di masa mendatang.

“Kehadiran Ibu Erilla dan Ibu Dina memberikan warna dan pengalaman baru bagi guru maupun santri kami. Banyak hal yang dapat kami pelajari dan bagikan bersama. Semoga pengalaman selama berada di SMP Tahfidh Ma’had Yasin dapat memberikan manfaat dan menjadi kenangan yang baik. Kami berharap silaturahmi dan kolaborasi ini tidak berhenti setelah program berakhir, tetapi dapat terus terjalin dan berkembang di masa yang akan datang.”

Sampai Jumpa, Bukan Selamat Tinggal

Berakhirnya program pertukaran menjadi sebuah perpisahan secara fisik, tetapi bukan akhir dari hubungan yang telah terbangun.

Selama hampir dua pekan, berbagai pengalaman, interaksi, dan pembelajaran telah menjadi bagian dari perjalanan bersama. Dari ruang kelas hingga percakapan antarguru, semuanya menjadi pengalaman yang memperkaya proses pendidikan.

Terima kasih, Bu Erilla dan Bu Dina, atas waktu, ilmu, pengalaman, dan kebersamaan yang telah dibagikan. Selamat kembali ke SMP Negeri 4 Bae. Semoga setiap pengalaman dari program ini menjadi bekal untuk terus menghadirkan pembelajaran yang menginspirasi.

Sampai jumpa pada kesempatan berikutnya. Karena kolaborasi yang baik tidak berakhir ketika program selesai.

SMP Tahfidh Ma’had Yasin — Sekolah Berbasis Pesantren.

1 2 3 11