Menyentuh Hati dan Penuh Keutamaan, Santri SMP Tahfidh Ma’had Yasin Antusias Jalankan Puasa Tarwiyah dan Arafah

Menjelang datangnya Hari Raya Iduladha 1447 H, suasana religius dan penuh semangat ibadah terasa begitu kuat di lingkungan SMP Tahfidh Ma’had Yasin. Para santri tampak antusias menjalankan puasa sunnah Tarwiyah dan Arafah sebagai bagian dari pembiasaan ibadah yang terus ditanamkan oleh sekolah dalam membentuk generasi Qurani yang berakhlak mulia dan bertakwa kepada Allah SWT.

Puasa Tarwiyah yang dilaksanakan pada 8 Dzulhijjah serta puasa Arafah pada 9 Dzulhijjah menjadi momentum istimewa bagi para santri untuk meningkatkan kualitas ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Kegiatan ini tidak hanya menjadi rutinitas keagamaan semata, tetapi juga sarana pendidikan karakter yang membentuk kedisiplinan, kesabaran, serta keikhlasan dalam diri para santri.

Sejak pagi hari, para santri tetap mengikuti kegiatan belajar mengajar dengan penuh semangat meskipun sedang menjalankan ibadah puasa. Suasana sekolah terlihat lebih tenang, hangat, dan penuh kebersamaan. Para guru turut memberikan motivasi dan pendampingan agar para santri dapat menjalankan puasa sunnah dengan baik serta memahami keutamaan yang terkandung di dalamnya.

Plh. Kepala SMP Tahfidh Ma’had Yasin, H. Suprapto, S.H., M.H., menyampaikan bahwa pembiasaan ibadah sunnah merupakan bagian penting dari pendidikan di SMP Tahfidh Ma’had Yasin. Menurutnya, pendidikan tidak hanya berfokus pada akademik, tetapi juga pada pembentukan akhlak dan spiritual peserta didik.

“Puasa Tarwiyah dan Arafah memiliki banyak keutamaan yang luar biasa. Melalui kegiatan ini, kami ingin menanamkan kepada para santri bahwa ibadah sunnah mampu membentuk pribadi yang sabar, disiplin, dan lebih dekat kepada Allah SWT. Kami berharap kebiasaan baik ini tidak hanya dilakukan di sekolah, tetapi juga menjadi amalan yang terus dijaga dalam kehidupan sehari-hari,” tuturnya.

Beliau juga menambahkan bahwa suasana pendidikan berbasis pesantren di SMP Tahfidh Ma’had Yasin menjadi salah satu sarana terbaik dalam membangun karakter religius para santri sejak dini. Dengan pembiasaan ibadah yang konsisten, para santri diharapkan mampu tumbuh menjadi generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat dalam iman dan akhlak.

Semangat para santri dalam menjalankan puasa sunnah pun terlihat begitu nyata. Salah satu santri kelas IXA, M. Agil Al Agsy, mengaku merasa senang dan termotivasi karena dapat menjalankan puasa bersama teman-temannya di lingkungan sekolah dan pesantren.

“Alhamdulillah, kami merasa lebih semangat karena menjalankan puasa bersama-sama. Selain belajar menahan lapar dan haus, kami juga belajar menjaga sikap, memperbanyak doa, dan lebih disiplin dalam beribadah. Semoga puasa ini membawa keberkahan untuk kami semua,” ungkapnya.

Pelaksanaan puasa Tarwiyah dan Arafah di SMP Tahfidh Ma’had Yasin menjadi bukti nyata komitmen sekolah dalam membentuk budaya religius di lingkungan pendidikan. Tidak hanya mengajarkan ilmu pengetahuan, sekolah juga terus membimbing para santri agar memiliki kebiasaan ibadah yang kuat dan cinta terhadap syariat Islam.

Melalui kegiatan ini, SMP Tahfidh Ma’had Yasin berharap seluruh santri dapat mengambil hikmah dari ibadah puasa sunnah, meningkatkan rasa syukur, serta memperkuat hubungan dengan Allah SWT. Semangat ibadah yang tumbuh sejak usia muda diharapkan mampu menjadi bekal berharga bagi para santri dalam menghadapi masa depan serta menjadi generasi penerus bangsa yang berilmu, beriman, dan berakhlak mulia.

Dua Santri Ukir Prestasi di Kejurprov Jateng 2026, SMP Tahfidh Ma’had Yasin Bikin Bangga di GOR Jatidiri

SEMARANG — Kabar membanggakan datang dari ajang Festival Pingpong Santri dalam rangka Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Tenis Meja se-Jawa Tengah 2026. Dua siswa SMP Tahfidh Ma’had Yasin sukses menorehkan prestasi gemilang dan mengharumkan nama sekolah di tingkat provinsi.

Dalam kompetisi yang digelar di GOR Jatidiri Semarang pada Sabtu, 23 Mei 2026 tersebut, Adnan Javaris Ibrahima berhasil meraih Juara 2 Festival Pingpong Santri. Sementara itu, M. Faiq Badruzzaman Al Khalifi turut menyumbangkan prestasi dengan meraih Juara 3.

Prestasi tersebut menjadi bukti bahwa para santri tidak hanya unggul dalam bidang akademik dan keagamaan, tetapi juga mampu bersaing dalam bidang olahraga. Semangat juang, disiplin latihan, dan kerja keras para siswa menjadi kunci keberhasilan mereka menembus persaingan ketat di tingkat provinsi.

Plh. Kepala SMP Tahfidh Ma’had Yasin, H. Suprapto, S.H., M.H., menyampaikan rasa bangga dan apresiasinya atas pencapaian para siswa tersebut.

“Alhamdulillah, kami sangat bersyukur dan bangga atas prestasi yang diraih ananda Adnan Javaris Ibrahima dan M. Faiq Badruzzaman Al Khalifi. Ini merupakan hasil dari kerja keras, disiplin latihan, serta semangat juang yang luar biasa. Semoga prestasi ini menjadi motivasi bagi seluruh siswa untuk terus berprestasi, baik di bidang akademik, keagamaan, maupun olahraga,” ujarnya.

Ia juga berharap keberhasilan tersebut dapat menjadi langkah awal untuk meraih prestasi yang lebih tinggi di masa mendatang.

Ajang Festival Pingpong Santri sendiri menjadi salah satu kompetisi yang menarik perhatian karena mempertemukan para santri berbakat dari berbagai daerah di Jawa Tengah. Kompetisi ini juga menjadi wadah pembinaan sekaligus pengembangan bakat olahraga di kalangan santri.

Prestasi ini sekaligus menjadi kebanggaan tersendiri bagi keluarga besar SMP Tahfidh Ma’had Yasin yang terus berkomitmen mencetak generasi berkarakter, berprestasi, dan mampu bersaing di tingkat regional maupun nasional.

Sabtu, 23 Mei 2026
GOR Jatidiri Semarang

Geger di Kejurprov! Tiga Siswa SMP Tahfidh Ma’had Yasin Siap Harumkan Nama Sekolah di Festival Pingpong Santri Jateng 2026

Semarang — Semangat dan perjuangan luar biasa ditunjukkan oleh tiga siswa SMP Tahfidh Ma’had Yasin yang turut ambil bagian dalam ajang Festival Pingpong Santri pada kegiatan Kejurprov Tenis Meja se-Jawa Tengah 2026. Kompetisi bergengsi ini digelar pada Sabtu, 23 Mei 2026, di GOR Jatidiri Semarang.

Ketiga siswa tersebut hadir sebagai perwakilan sekolah dengan penuh percaya diri dan semangat sportivitas tinggi. Keikutsertaan mereka menjadi bukti bahwa santri tidak hanya unggul dalam bidang akademik dan keagamaan, tetapi juga mampu berprestasi di bidang olahraga, khususnya tenis meja.

Festival Pingpong Santri sendiri menjadi salah satu rangkaian kegiatan yang paling menarik perhatian dalam Kejurprov tahun ini. Selain menjadi wadah kompetisi, kegiatan tersebut juga bertujuan mempererat silaturahmi antarpesantren dan sekolah Islam di Jawa Tengah melalui olahraga.

Kepala sekolah dan para pembina SMP Tahfidh Ma’had Yasin mengaku bangga atas semangat para siswa yang telah berani tampil dan bersaing di tingkat provinsi. Mereka berharap pengalaman ini dapat menjadi motivasi bagi siswa lain untuk terus mengembangkan bakat dan kemampuan di berbagai bidang.

“Ini bukan hanya soal menang atau kalah, tetapi tentang keberanian, disiplin, dan semangat membawa nama baik sekolah,” ujar salah satu pendamping kegiatan.

Atmosfer kompetisi di GOR Jatidiri berlangsung meriah dengan dukungan para peserta, official, dan penonton dari berbagai daerah di Jawa Tengah. Ajang ini sekaligus menjadi bukti bahwa olahraga mampu menjadi media positif dalam membangun karakter generasi muda.

Dengan mengikuti Festival Pingpong Santri dalam Kejurprov Tenis Meja Jawa Tengah 2026, SMP Tahfidh Ma’had Yasin kembali menunjukkan komitmennya dalam mencetak generasi yang berprestasi, berakhlak, dan siap bersaing di berbagai bidang.

Bikin Bangga! Empat Santri SMP Tahfidh Ma’had Yasin Borong Juara di Kejurkab Pencak Silat Kudus 2026

Prestasi membanggakan kembali diraih para santri SMP Tahfidh Ma’had Yasin dalam ajang Kejuaraan Kabupaten (Kejurkab) Pencak Silat Kabupaten Kudus Tahun 2026. Empat siswa berhasil membawa pulang medali dan mengharumkan nama sekolah melalui penampilan terbaik mereka di berbagai kategori pertandingan.

Ajang bergengsi tingkat kabupaten tersebut menjadi wadah bagi para atlet muda untuk menunjukkan kemampuan, disiplin, dan semangat juang dalam olahraga pencak silat. SMP Tahfidh Ma’had Yasin pun kembali membuktikan kualitas pembinaan siswa, baik di bidang akademik maupun nonakademik.

Berikut daftar siswa berprestasi dalam Kejurkab Pencak Silat Kabupaten Kudus 2026:

  1. M. Faiq Badruzzaman Al Khalifi — Juara 2 Kategori I Remaja Putra
  2. Raffi Arshavin Agassin — Juara 2 Kategori I Pra Remaja Putra
  3. Raesha Athaillah Atahya — Juara 3 Kategori D Pra Remaja Putra
  4. Abdullah Musthofa Ahza — Juara 3 Kategori E Pra Remaja Putra

Keberhasilan ini menjadi bukti nyata bahwa para siswa SMP Tahfidh Ma’had Yasin mampu bersaing dan menunjukkan prestasi di tingkat kabupaten. Selain menjadi kebanggaan sekolah, pencapaian tersebut juga diharapkan dapat memotivasi siswa lainnya untuk terus mengembangkan potensi dan bakat yang dimiliki.

Plh. Kepala SMP Tahfidh Ma’had Yasin, H. Suprapto, S.H., M.H., menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya atas perjuangan para siswa yang telah memberikan hasil terbaik bagi sekolah.

“Kami sangat bangga atas prestasi yang diraih para siswa dalam Kejurkab Pencak Silat Kabupaten Kudus 2026 ini. Semoga pencapaian ini menjadi motivasi bagi seluruh siswa untuk terus berprestasi, menjaga semangat latihan, disiplin, dan tetap menjunjung tinggi sportivitas,” ujar H. Suprapto, S.H., M.H.

Ia juga berharap prestasi tersebut dapat menjadi langkah awal bagi para siswa untuk terus berkembang dan meraih prestasi yang lebih tinggi di tingkat yang lebih luas.

Dengan semangat juang dan kerja keras yang terus ditanamkan, SMP Tahfidh Ma’had Yasin berkomitmen untuk mendukung pengembangan bakat siswa di berbagai bidang, sehingga mampu mencetak generasi yang unggul, berprestasi, dan berakhlakul karimah.

Tenaga Kependidikan SMP Tahfidh Ma’had Yasin Raih Prestasi Wisuda Tahfidz 30 Juz

Di tengah kesibukannya sebagai tenaga kependidikan di SMP Tahfidh Ma’had Yasin, Nur Rosyida Amalia, S.Pd. berhasil menorehkan prestasi membanggakan dengan menyelesaikan hafalan Al-Qur’an 30 juz.

Perempuan yang akrab disapa Mbak Amel ini tampak haru sekaligus bahagia saat menerima syahadah tahfidz di usia 24 tahun. Momen tersebut menjadi puncak dari perjalanan panjang dan penuh tantangan dalam menghafal Al-Qur’an.

Nur Rosyida menempuh proses tahfidz di Pondok Pesantren Yasin 1 (pusat) Sunggingan, Kudus. Setelah lulus dari MAN 2 Kudus, ia memutuskan untuk tetap mondok sambil melanjutkan pendidikan tinggi di IAIN Sunan Kudus.

“Proses menghafal Al-Qur’an sambil kuliah itu sangat berat dan penuh ujian. Namun, Alhamdulillah berkat doa dan dukungan kedua orang tua, saya dapat menyelesaikannya,” ungkapnya.

Keberhasilan ini turut menambah jumlah hafiz dan hafizah di lingkungan tenaga pendidik SMP Tahfidh Ma’had Yasin menjadi sembilan orang. Para pendidik tersebut mengampu berbagai mata pelajaran agama, seperti tafsir, hadis, fikih, bahasa Arab, dan tahfidz.

Sementara itu, seluruh murobbi (pembimbing) putra dan putri yang mendampingi para santri di lingkungan tersebut juga merupakan hafiz dan hafizah, sehingga diharapkan mampu menciptakan lingkungan pendidikan yang kuat dalam nilai-nilai keislaman dan Al-Qur’an.

Setiap tiga hari sekali khatam Al-Qur’an

Pada bulan ramadhan tahun 1447 H/2026 M salah satu santri asal Daerah Istimewa Yogyakarta atas nama M. Agil Al Agsy yang saat ini menduduki kelas IX-A telah mengkhatamkan Al-qur’an sebanyak 6x saat di pesantren. Pada saat diwawancarai, ia mengatakan bahwasanya sangat termotivasi dengan bulan ramadhan, bulannya Al-qur’an dan telah memiliki target untuk mengkhatamkan Al-qur’an setiap 3 hari sekali.

“Awalnya baca sendiri binnadzor, per 3 hari khatam. Tapi setelah ada STS (Sumatif Tengah Semester) ya jadi 4 harian” katanya saat ditemui usai mengerjakan sumatif.

Agil, sapaan akrabnya membaca Al-qur’an secara mandiri kemudian setelah sampai pada juz ke-30 disimakkan kepada Ustad Sabiq yang mana beliau adalah ustad halaqoh dari ananda.

“Saya mendapatkan motivasi dari Ustad Ashfa saat ngaji, beliau mengatakan bahwasanya jika tidak bisa berbuat baik saat ramadhan, setidaknya tidak mengotori di bulan suci ramadhan” tambahnya saat ditanya terkait motivasi.

Selain Agil, ada banyak santri yang akhirnya termotivasi dengan semangat Al-Qur’an yang disebarkan olehnya. Ia berencana, setelah perpulangan santri pun nantinya akan tetap melanjutkan semangat dalam mengkhatamkan Al-Qur’an.

SMP Tahfidh Ma’had Yasin Beri Kado Pohon untuk HUT Kabupaten Kudus ke-476

Kudus, 23 September 2025 – Suasana Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Kudus yang ke-476 semakin semarak dengan berbagai partisipasi dari lembaga pendidikan, instansi, dan masyarakat. Salah satu bentuk partisipasi yang patut diapresiasi datang dari SMP Tahfidh Ma’had Yasin, yang turut serta mengirimkan pohon sebagai simbol kepedulian dan hadiah ulang tahun untuk Kota Kretek tercinta.

Kegiatan ini menjadi bagian dari gerakan bersama dalam rangka memperingati ulang tahun Kudus yang identik dengan semangat kebersamaan dan cinta lingkungan. Penyerahan pohon tersebut tidak hanya sekadar simbol, tetapi juga wujud nyata komitmen SMP Tahfidh Ma’had Yasin dalam menjaga kelestarian alam sekaligus mendukung program penghijauan di wilayah Kudus.

Kepala SMP Tahfidh Ma’had Yasin, Muhamad Mas’ud, S.Pd.I., M.Pd., menyampaikan bahwa keikutsertaan sekolah dalam mengirimkan pohon merupakan bentuk rasa syukur sekaligus dukungan nyata terhadap program pelestarian lingkungan. Menurutnya, pohon bukan hanya tanaman, melainkan sumber kehidupan yang memberi manfaat bagi generasi sekarang dan mendatang.

“Kami ingin memberikan hadiah yang bermakna bagi Kabupaten Kudus, bukan sekadar simbol perayaan. Pohon adalah sumber oksigen, peneduh, dan bagian dari warisan yang akan dirasakan manfaatnya oleh anak cucu kita. Semoga melalui langkah kecil ini, SMP Tahfidh Ma’had Yasin dapat ikut berkontribusi dalam mewujudkan Kudus yang hijau, sejuk, dan lestari,” ungkap Muhamad Mas’ud.

Lebih lanjut, beliau menambahkan bahwa kegiatan ini juga menjadi sarana pendidikan karakter bagi para siswa. Melalui aksi nyata menanam dan merawat pohon, para peserta didik diharapkan semakin memahami pentingnya menjaga lingkungan. Pendidikan yang tidak hanya fokus pada aspek akademik, tetapi juga pada pembentukan akhlak dan kepedulian sosial, menjadi salah satu ciri khas SMP Tahfidh Ma’had Yasin.

“Harapan kami, siswa-siswi tidak hanya pandai membaca dan menghafal, tetapi juga tumbuh dengan kesadaran tinggi terhadap lingkungan. Dengan begitu, mereka dapat menjadi generasi yang bermanfaat bagi masyarakat, bangsa, dan tentunya bagi Kabupaten Kudus tercinta,” tambahnya.

Partisipasi SMP Tahfidh Ma’had Yasin ini mendapat sambutan positif dari masyarakat dan panitia HUT Kudus. Gerakan sederhana namun penuh makna ini diharapkan menjadi inspirasi bagi sekolah-sekolah lain untuk ikut berkontribusi dalam menjaga kelestarian lingkungan.

Sebagai kota yang memiliki sejarah panjang, budaya religius, dan nilai gotong royong yang kuat, Kudus terus berupaya membangun peradaban yang berkelanjutan. Partisipasi berbagai elemen masyarakat, termasuk sekolah-sekolah, menjadi pilar penting dalam mewujudkan visi tersebut.

Dengan semangat kebersamaan, SMP Tahfidh Ma’had Yasin menegaskan komitmennya untuk terus hadir dan berkontribusi dalam pembangunan Kudus, baik melalui dunia pendidikan maupun kegiatan sosial. Semoga pohon yang ditanam hari ini tumbuh subur dan menjadi saksi sejarah perjalanan Kabupaten Kudus yang terus maju, religius, dan lestari.

1 2 3 4 9