Bukan Sekadar Bertukar Pengalaman, Dua Guru SMP Negeri 4 Bae Hadir di SMP Tahfidh Ma’had Yasin

KUDUS, 27 Juli 2026 — Semangat untuk berbagi pengalaman dan memperluas wawasan pendidikan mempertemukan SMP Tahfidh Ma’had Yasin dengan SMP Negeri 4 Bae dalam program pertukaran guru dan murid di Kabupaten Kudus.

Program yang berlangsung pada 27 Juli hingga 8 Agustus 2026 tersebut menjadi momentum bagi kedua satuan pendidikan untuk saling belajar, berbagi praktik baik, serta membangun pengalaman baru dalam proses pembelajaran.

Dalam program tersebut, SMP Tahfidh Ma’had Yasin menyambut dua guru dari SMP Negeri 4 Bae, yaitu Erilla Itfiana Prastiwi, S.Pd., guru mata pelajaran Bahasa Indonesia, dan Dina Luthfi Junita, S.Pd., guru mata pelajaran Matematika.

Dua Guru, Dua Keahlian, Satu Semangat Berbagi

Kehadiran Bu Erilla dan Bu Dina menjadi warna tersendiri dalam aktivitas pembelajaran di SMP Tahfidh Ma’had Yasin. Keduanya membawa pengalaman dan perspektif dari lingkungan sekolah asal untuk dibagikan kepada guru dan santri selama mengikuti program pertukaran.

Erilla Itfiana Prastiwi merupakan guru Bahasa Indonesia yang memiliki perhatian pada proses pembelajaran bahasa dan literasi. Kehadirannya diharapkan dapat memberikan pengalaman baru bagi para santri dalam mengembangkan kemampuan berbahasa, berkomunikasi, serta memahami pembelajaran Bahasa Indonesia dengan cara yang lebih kontekstual dan menyenangkan.

Sementara itu, Dina Luthfi Junita merupakan guru Matematika. Melalui kehadirannya, para santri mendapatkan kesempatan untuk mengenal pendekatan pembelajaran Matematika dari perspektif dan pengalaman yang berbeda.

Pertukaran pengalaman tersebut tidak hanya memberikan manfaat bagi santri, tetapi juga membuka ruang bagi para guru untuk saling mengamati, berdiskusi, dan berbagi praktik baik dalam melaksanakan pembelajaran.

Membuka Ruang Belajar yang Lebih Luas

Program pertukaran guru dan murid menjadi salah satu bentuk nyata bahwa proses belajar tidak hanya berlangsung di dalam kelas. Interaksi dengan guru dan peserta didik dari lingkungan pendidikan yang berbeda dapat membuka wawasan serta memperkaya pengalaman belajar.

Bagi SMP Tahfidh Ma’had Yasin, kehadiran guru dari SMP Negeri 4 Bae menjadi kesempatan untuk memperluas jejaring kerja sama sekaligus membangun budaya berbagi praktik baik.

Melalui program ini, guru dapat saling bertukar pengalaman mengenai strategi pembelajaran, pengelolaan kelas, karakteristik peserta didik, hingga berbagai pendekatan yang dapat diterapkan untuk menciptakan pembelajaran yang bermakna.

Di sisi lain, para murid juga mendapatkan pengalaman berinteraksi dengan lingkungan pendidikan yang berbeda. Mereka tidak hanya belajar mengenai materi pelajaran, tetapi juga belajar tentang komunikasi, keberagaman, kerja sama, dan kemampuan beradaptasi.

Membangun Kolaborasi Pendidikan di Kabupaten Kudus

Pelaksanaan program pertukaran guru dan murid pada 27 Juli–8 Agustus 2026 menjadi momentum penting untuk memperkuat kolaborasi antarsatuan pendidikan di Kabupaten Kudus.

Perbedaan karakteristik sekolah bukan menjadi batas untuk saling belajar. Justru melalui perjumpaan dan kolaborasi, setiap sekolah dapat berbagi kelebihan, pengalaman, serta praktik baik yang dapat memberikan manfaat bagi perkembangan pendidikan.

Kehadiran Bu Erilla Itfiana Prastiwi dan Bu Dina Luthfi Junita di SMP Tahfidh Ma’had Yasin diharapkan dapat meninggalkan pengalaman positif, baik bagi para santri maupun dewan guru.

Lebih dari sekadar program pertukaran, kegiatan ini menjadi ruang untuk membangun hubungan, memperluas perspektif, dan menumbuhkan semangat bahwa pendidikan akan semakin kuat ketika sekolah mau saling belajar dan berbagi.

Selamat Datang di SMP Tahfidh Ma’had Yasin

SMP Tahfidh Ma’had Yasin menyambut hangat kehadiran Bu Erilla Itfiana Prastiwi dan Bu Dina Luthfi Junita dalam program pertukaran guru dan murid.

Semoga selama berada di SMP Tahfidh Ma’had Yasin, terjalin pengalaman yang berkesan, kolaborasi yang positif, serta berbagai praktik baik yang dapat terus dikembangkan setelah program berakhir.

Selamat datang, Bu Erilla dan Bu Dina. Mari bersama-sama menghadirkan pengalaman belajar yang lebih luas, bermakna, dan menginspirasi bagi generasi muda.

SMP Tahfidh Ma’had Yasin — Sekolah Berbasis Pesantren.

Menembus Batas Sekolah, Dua Guru SMP Tahfidh Ma’had Yasin Ikuti Program Pertukaran Guru dan Murid Kabupaten Kudus 2026

KUDUS, 20 Juli 2026 — Semangat untuk terus belajar, berbagi, dan memperluas pengalaman pendidikan membawa dua guru SMP Tahfidh Ma’had Yasin mengikuti Program Pertukaran Guru dan Murid Kabupaten Kudus Tahun 2026. Keduanya adalah Nuroini Najmiya Nafisa, S.Pd., M.Pd., Gr., guru Bahasa Indonesia, dan Muchammad Imron, S.Pd., M.Pd., Gr., guru Matematika.

Dalam program tersebut, kedua guru SMP Tahfidh Ma’had Yasin ditempatkan di SMP Negeri 4 Kudus sebagai bagian dari pelaksanaan pertukaran guru dan murid antarsatuan pendidikan di Kabupaten Kudus.

Sebelum menjalankan program, keduanya mengikuti acara pelepasan dan pembekalan peserta Program Pertukaran Guru dan Murid Kabupaten Kudus Tahun 2026 yang dilaksanakan pada Senin, 20 Juli 2026, di SMP Negeri 2 Jati.

Dilepas dan Dibekali untuk Berbagi Praktik Baik

Acara pelepasan dan pembekalan tersebut menjadi momentum penting bagi para peserta sebelum menjalankan tugas dalam program pertukaran. Kegiatan tersebut dihadiri dan dibuka oleh Bupati Kudus, Dr. Ars. Sam’ani Intakoris, S.T., M.T.

Kehadiran Bupati Kudus memberikan semangat sekaligus menunjukkan pentingnya kolaborasi dan pertukaran pengalaman dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan di Kabupaten Kudus.

Melalui program ini, para guru mendapatkan kesempatan untuk mengenal lingkungan pendidikan yang berbeda, bertukar pengalaman, serta berbagi praktik baik dalam proses pembelajaran. Sementara itu, para murid juga memperoleh pengalaman belajar dan berinteraksi dengan lingkungan sekolah yang berbeda dari kesehariannya.

Dua Guru, Dua Bidang Keahlian

Dalam program pertukaran tersebut, Nuroini Najmiya Nafisa, S.Pd., M.Pd., Gr. mengikuti program sebagai guru Bahasa Indonesia. Kompetensinya di bidang Bahasa Indonesia menjadi bekal untuk berbagi pengalaman pembelajaran literasi, komunikasi, dan keterampilan berbahasa dengan peserta didik.

Sementara itu, Muchammad Imron, S.Pd., M.Pd., Gr. mengikuti program sebagai guru Matematika. Melalui bidang keahliannya, ia berkesempatan berbagi pengalaman dalam menghadirkan pembelajaran Matematika yang aktif, kontekstual, dan mendorong peserta didik untuk berpikir kritis.

Keduanya tidak hanya membawa kompetensi akademik, tetapi juga membawa semangat dan pengalaman dari SMP Tahfidh Ma’had Yasin untuk dibagikan di lingkungan sekolah tempat mereka menjalankan program pertukaran.

Belajar di Lingkungan Baru

Penempatan kedua guru di SMP Negeri 4 Kudus memberikan kesempatan untuk mengenal lingkungan pembelajaran yang berbeda sekaligus memperluas pengalaman profesional sebagai pendidik.

Program pertukaran menjadi ruang bagi guru untuk saling berbagi pengalaman, mendiskusikan strategi pembelajaran, mengenal karakteristik peserta didik, serta menemukan berbagai praktik baik yang dapat diterapkan dalam proses pembelajaran.

Bagi SMP Tahfidh Ma’had Yasin, keikutsertaan dua guru tersebut juga menjadi bentuk komitmen untuk terus mengembangkan kompetensi pendidik dan membuka ruang kolaborasi dengan berbagai pihak.

Pendidikan Tumbuh melalui Kolaborasi

Program Pertukaran Guru dan Murid Kabupaten Kudus Tahun 2026 menjadi salah satu langkah untuk memperkuat budaya kolaborasi antarsatuan pendidikan.

Pertukaran bukan sekadar perpindahan tempat mengajar atau belajar. Lebih dari itu, program ini menjadi kesempatan untuk saling mengenal, saling belajar, dan saling berbagi pengalaman.

Guru mendapatkan perspektif baru. Murid memperoleh pengalaman berbeda. Sekolah pun memiliki kesempatan untuk memperluas jejaring dan mengembangkan praktik pembelajaran yang lebih beragam.

Dengan semangat tersebut, keikutsertaan Nuroini Najmiya Nafisa dan Muchammad Imron diharapkan dapat memberikan pengalaman berharga yang nantinya turut memperkaya proses pembelajaran di SMP Tahfidh Ma’had Yasin.

Membawa Semangat untuk Terus Belajar

Keikutsertaan kedua guru dalam Program Pertukaran Guru dan Murid Kabupaten Kudus Tahun 2026 diharapkan tidak hanya memberikan pengalaman baru bagi mereka, tetapi juga membawa dampak positif bagi seluruh warga sekolah melalui berbagi pengetahuan dan praktik baik setelah program selesai.

Keikutsertaan tersebut menjadi pengingat bahwa menjadi pendidik berarti terus belajar. Setiap perjumpaan dengan lingkungan baru menghadirkan kesempatan untuk melihat pendidikan dari perspektif yang berbeda.

Selamat mengikuti Program Pertukaran Guru dan Murid Kabupaten Kudus Tahun 2026 kepada Nuroini Najmiya Nafisa, S.Pd., M.Pd., Gr. dan Muchammad Imron, S.Pd., M.Pd., Gr. Semoga menjadi pengalaman yang bermakna, memperluas wawasan, dan membawa praktik baik untuk kemajuan pembelajaran di SMP Tahfidh Ma’had Yasin.

SMP Tahfidh Ma’had Yasin — Sekolah Berbasis Pesantren.

Bukan Sekadar Masa Pengenalan, MPLS Ramah SMP Tahfidh Ma’had Yasin Jadi Awal Cerita Baru Santri dari Berbagai Daerah

KUDUS, 11 Juli 2026 — Hari-hari pertama menjadi santri menjadi pengalaman yang tidak terlupakan bagi peserta didik baru SMP Tahfidh Ma’had Yasin. Selama enam hari, 6–11 Juli 2026, para santri baru mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Satuan Pendidikan (MPLS) Ramah Tahun Ajaran 2026/2027 dengan penuh semangat, antusiasme, dan kebersamaan.

MPLS Ramah menjadi bagian penting dalam membantu santri baru beradaptasi dengan lingkungan sekolah dan pesantren. Bukan hanya mengenalkan fasilitas dan tata tertib, kegiatan ini juga menjadi ruang bagi para santri untuk mengenal guru, murobbi, teman baru, budaya sekolah, serta berbagai aktivitas pembelajaran dan kehidupan di lingkungan pesantren.

Memulai Langkah di Lingkungan Baru

Memasuki lingkungan pendidikan yang baru tentu menghadirkan pengalaman yang beragam. Ada rasa penasaran, semangat, sekaligus kerinduan kepada keluarga yang muncul ketika santri mulai menjalani kehidupan di pesantren.

Melalui MPLS Ramah, SMP Tahfidh Ma’had Yasin berupaya menciptakan suasana awal yang aman, nyaman, menyenangkan, dan mendukung proses adaptasi santri.

Berbagai kegiatan dirancang untuk membantu santri mengenal lingkungan sekolah dan pesantren secara bertahap. Para santri juga mendapatkan kesempatan untuk berinteraksi dengan teman-teman baru yang berasal dari berbagai daerah.

Keberagaman asal daerah tersebut menjadi warna tersendiri dalam kehidupan santri. Mereka datang dengan latar belakang, pengalaman, dan budaya yang berbeda, tetapi dipertemukan dalam satu lingkungan untuk belajar, bertumbuh, dan mengembangkan diri.

Dari Samarinda hingga Temanggung

Salah satu santri baru yang mengikuti MPLS Ramah adalah Yumna Fariha, santri putri yang berasal dari Samarinda, Kalimantan Timur. Jauh dari daerah asal dan keluarga menjadi pengalaman baru yang harus dijalani.

Bagi Yumna, berada di lingkungan baru menjadi kesempatan untuk mendapatkan pengalaman sekaligus mengenal lebih banyak teman.

“Saya senang bisa mengikuti MPLS karena bisa mengenal lingkungan sekolah dan teman-teman baru. Awalnya tentu ada rasa canggung karena jauh dari rumah, tetapi setelah mengikuti kegiatan bersama teman-teman, saya mulai merasa lebih nyaman dan bersemangat untuk mengikuti kegiatan di sini.”

Sementara itu, pengalaman serupa juga dirasakan Muhammad Averrous Attira Maulana, santri putra baru asal Temanggung, Jawa Tengah.

Menurutnya, MPLS menjadi kesempatan untuk mengenal lebih dekat lingkungan SMP Tahfidh Ma’had Yasin sekaligus membangun pertemanan dengan santri baru lainnya.

“MPLS membuat saya lebih mengenal sekolah, guru, dan teman-teman baru. Saya berharap selama belajar di sini bisa mendapatkan banyak pengalaman, menjadi lebih mandiri, dan bisa mengikuti pembelajaran dengan baik.”

Kehadiran santri dari berbagai daerah seperti Samarinda dan Temanggung menunjukkan bahwa SMP Tahfidh Ma’had Yasin menjadi ruang perjumpaan bagi anak-anak dari berbagai latar belakang untuk menuntut ilmu dan mengembangkan potensi diri.

MPLS Ramah, Awal yang Menyenangkan

Konsep MPLS Ramah memberikan penekanan pada terciptanya lingkungan pengenalan yang positif dan menyenangkan bagi peserta didik baru.

Para santri tidak hanya dikenalkan pada lingkungan sekolah, tetapi juga diajak memahami berbagai kebiasaan dan budaya yang menjadi bagian dari kehidupan di sekolah dan pesantren.

Proses pengenalan dilakukan dengan pendekatan yang ramah agar santri dapat beradaptasi secara bertahap. Mereka belajar mengenal aturan, membangun kedisiplinan, memahami tanggung jawab, sekaligus menjalin hubungan yang baik dengan guru, murobbi, dan teman sebaya.

Dengan demikian, MPLS tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial di awal tahun ajaran, tetapi menjadi fondasi awal bagi terbentuknya pengalaman belajar yang positif.

Pesan Kepala SMP Tahfidh Ma’had Yasin

Kepala SMP Tahfidh Ma’had Yasin, Muhamad Mas’ud, S.Pd., M.Pd., menyampaikan bahwa MPLS Ramah diharapkan dapat menjadi pintu masuk yang baik bagi santri dalam mengenal lingkungan pendidikan yang baru.

“Selamat datang kepada seluruh santri baru Tahun Ajaran 2026/2027. MPLS Ramah ini kami harapkan menjadi awal yang menyenangkan bagi anak-anak untuk mengenal lingkungan sekolah, guru, teman, dan kehidupan pesantren. Jangan takut untuk beradaptasi dan jangan ragu untuk belajar hal-hal baru.”

Ia juga menekankan pentingnya membangun rasa percaya diri dan kemandirian sejak awal santri berada di lingkungan sekolah dan pesantren.

“Setiap santri memiliki kesempatan untuk tumbuh dan berkembang. Nikmati prosesnya, jalani dengan disiplin dan penuh keikhlasan, serta jangan takut untuk bertanya dan mencoba. Semoga selama belajar di SMP Tahfidh Ma’had Yasin, anak-anak tidak hanya berkembang secara akademik, tetapi juga menjadi pribadi yang berakhlak, mandiri, dan cinta Al-Qur’an.”

Enam Hari yang Menjadi Awal Perjalanan

Enam hari pelaksanaan MPLS Ramah, 6–11 Juli 2026, menjadi bagian penting dari perjalanan awal santri baru SMP Tahfidh Ma’had Yasin Tahun Ajaran 2026/2027.

Dari pertemuan pertama yang mungkin masih dipenuhi rasa canggung, perlahan tumbuh interaksi, kebersamaan, dan rasa percaya diri. Teman yang awalnya tidak dikenal mulai menjadi bagian dari keseharian. Lingkungan yang semula terasa asing perlahan menjadi tempat untuk belajar dan bertumbuh.

Bagi santri yang datang dari jauh, seperti Yumna Fariha dari Samarinda, pengalaman tersebut menjadi langkah awal untuk belajar hidup mandiri di lingkungan baru. Bagi Muhammad Averrous Attira Maulana dari Temanggung, MPLS menjadi pintu untuk mengenal lebih dekat dunia sekolah dan pesantren yang akan menjadi bagian dari perjalanan pendidikannya.

Pada akhirnya, MPLS Ramah bukan hanya tentang mengenal sekolah. MPLS adalah tentang memulai sebuah perjalanan.

Perjalanan untuk mengenal diri, menemukan teman, belajar mandiri, menuntut ilmu, menghafalkan Al-Qur’an, dan mempersiapkan diri menjadi generasi yang berilmu serta berakhlak.

Selamat datang dan selamat bertumbuh, santri baru SMP Tahfidh Ma’had Yasin Tahun Ajaran 2026/2027. Perjalanan kalian baru saja dimulai.

SMP Tahfidh Ma’had Yasin — Sekolah Berbasis Pesantren.

Langkah Pertama Menjadi Santri: SMP Tahfidh Ma’had Yasin Sambut Santri Baru Tahun Ajaran 2026/2027

KUDUS, 5 Juli 2026 — Suasana penuh haru, semangat, dan kebersamaan mewarnai kedatangan santri baru SMP Tahfidh Ma’had Yasin Tahun Ajaran 2026/2027. Para santri bersama orang tua/wali mengikuti kegiatan Ta’aruf dan Sosialisasi Program Pembelajaran Santri Baru Tahun Ajaran 2026/2027, Minggu (5/7/2026).

Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 08.00–13.00 WIB tersebut dihadiri oleh santri baru, orang tua/wali santri, pengasuh, Dewan Guru SMP Tahfidh Ma’had Yasin, serta Murobbi Pondok Pesantren Yasin 2. Pertemuan ini menjadi langkah awal untuk membangun komunikasi dan sinergi antara sekolah, pesantren, santri, dan orang tua dalam mendampingi perjalanan belajar santri.

Mengawali Perjalanan sebagai Santri

Kegiatan diawali dengan pengantaran santri baru oleh orang tua/wali ke lingkungan SMP Tahfidh Ma’had Yasin dan Pondok Pesantren Yasin 2. Kedatangan para santri tidak sekadar menjadi agenda awal tahun ajaran, tetapi juga menjadi momen penting untuk memulai babak baru dalam perjalanan pendidikan mereka.

Para santri mendapatkan kesempatan untuk mengenal lingkungan sekolah dan pesantren, bertemu dengan dewan guru serta murobbi, dan mulai beradaptasi dengan suasana kehidupan sebagai santri.

Sementara itu, bagi orang tua/wali, mengantarkan putra-putri mereka ke pesantren menjadi sebuah momen penuh harapan. Kepercayaan kepada sekolah dan pesantren menjadi bagian penting dalam proses mendampingi santri agar mampu tumbuh menjadi pribadi yang mandiri, disiplin, dan bertanggung jawab.

Ta’aruf dan Sosialisasi Program Pembelajaran

Setelah proses pengantaran, kegiatan dilanjutkan dengan pertemuan bersama santri baru, orang tua/wali, pengasuh, Dewan Guru SMP Tahfidh Ma’had Yasin, dan Murobbi Pondok Pesantren Yasin 2.

Pertemuan tersebut menjadi forum untuk memperkenalkan berbagai pihak yang akan berperan dalam mendampingi santri selama menjalani proses pembelajaran dan kehidupan di lingkungan pesantren.

Dalam kegiatan ini, pihak sekolah dan pesantren menyampaikan berbagai informasi mengenai program pembelajaran, pembinaan, tata kehidupan santri, kedisiplinan, serta hal-hal yang perlu dipahami oleh santri dan orang tua/wali.

Melalui kegiatan tersebut, diharapkan terbangun kesamaan pemahaman dan komunikasi yang baik antara sekolah, pesantren, dan keluarga. Kolaborasi ketiga unsur tersebut menjadi salah satu fondasi penting dalam menciptakan lingkungan pembelajaran yang mendukung perkembangan akademik, karakter, dan spiritual santri.

Dari Pelukan Orang Tua Menuju Kemandirian

Salah satu momen yang paling berkesan dalam kegiatan tersebut adalah ketika orang tua/wali mulai meninggalkan putra-putri mereka setelah rangkaian kegiatan selesai.

Bagi sebagian santri, momen tersebut menjadi pengalaman pertama untuk menjalani kehidupan di lingkungan pesantren tanpa didampingi orang tua secara langsung. Ada rasa haru, canggung, sekaligus semangat untuk mengenal lingkungan dan teman-teman baru.

Namun, di balik momen perpisahan tersebut terdapat proses pembelajaran yang sangat berharga. Para santri mulai belajar mengatur diri, mengikuti aturan, bertanggung jawab terhadap kebutuhan pribadi, serta beradaptasi dengan lingkungan baru.

Inilah salah satu bagian dari perjalanan menjadi santri: belajar mandiri, belajar bertanggung jawab, dan belajar menjadi pribadi yang lebih dewasa.

Pesan Kepala SMP Tahfidh Ma’had Yasin

Kepala SMP Tahfidh Ma’had Yasin, Muhamad Mas’ud Shahat, S.Pd.I., M.Pd., menyampaikan ucapan selamat datang kepada seluruh santri baru Tahun Ajaran 2026/2027.

“Selamat datang kepada seluruh santri baru Tahun Ajaran 2026/2027 di SMP Tahfidh Ma’had Yasin. Jadikan hari ini sebagai awal dari perjalanan untuk belajar, bertumbuh, dan menjadi pribadi yang lebih mandiri. Ikutilah seluruh proses pembelajaran dengan penuh semangat, disiplin, dan keikhlasan.”

Beliau juga menyampaikan apresiasi kepada para orang tua/wali yang telah memberikan kepercayaan kepada SMP Tahfidh Ma’had Yasin dan Pondok Pesantren Yasin 2 untuk mendampingi putra-putri mereka.

“Kepada Bapak dan Ibu wali santri, terima kasih atas kepercayaan yang telah diberikan kepada kami. Mari bersama-sama mendampingi dan mendoakan putra-putri kita agar menjadi generasi yang berilmu, berakhlak, cinta Al-Qur’an, serta memiliki kemandirian dan tanggung jawab. Semoga sinergi antara sekolah, pesantren, dan keluarga dapat memberikan pendidikan terbaik bagi anak-anak kita.”

Membangun Sinergi untuk Masa Depan Santri

Ta’aruf dan Sosialisasi Program Pembelajaran Santri Baru Tahun Ajaran 2026/2027 bukan sekadar agenda penyambutan santri baru. Kegiatan ini menjadi titik awal terbangunnya sinergi antara santri, orang tua/wali, pengasuh, dewan guru, dan murobbi dalam mendukung proses pembelajaran dan pembinaan santri.

Dengan komunikasi dan kerja sama yang baik, setiap pihak diharapkan dapat menjalankan perannya secara optimal dalam mendampingi santri selama menempuh pendidikan di SMP Tahfidh Ma’had Yasin dan menjalani kehidupan di Pondok Pesantren Yasin 2.

Hari pertama mungkin menjadi hari yang penuh haru karena untuk pertama kalinya santri harus berpisah sementara dengan orang tua. Namun, dari sinilah perjalanan baru dimulai—perjalanan untuk belajar mandiri, menuntut ilmu, menghafalkan Al-Qur’an, membangun karakter, dan meraih cita-cita.

Selamat datang, santri baru SMP Tahfidh Ma’had Yasin Tahun Ajaran 2026/2027. Selamat memulai perjalanan baru. Semoga setiap langkah menjadi bagian dari proses tumbuh menjadi generasi yang berilmu, berakhlak, mandiri, dan cinta Al-Qur’an.

SMP Tahfidh Ma’had Yasin — Sekolah Berbasis Pesantren.