Menembus Batas Sekolah, Dua Guru SMP Tahfidh Ma’had Yasin Ikuti Program Pertukaran Guru dan Murid Kabupaten Kudus 2026

KUDUS, 20 Juli 2026 — Semangat untuk terus belajar, berbagi, dan memperluas pengalaman pendidikan membawa dua guru SMP Tahfidh Ma’had Yasin mengikuti Program Pertukaran Guru dan Murid Kabupaten Kudus Tahun 2026. Keduanya adalah Nuroini Najmiya Nafisa, S.Pd., M.Pd., Gr., guru Bahasa Indonesia, dan Muchammad Imron, S.Pd., M.Pd., Gr., guru Matematika.

Dalam program tersebut, kedua guru SMP Tahfidh Ma’had Yasin ditempatkan di SMP Negeri 4 Kudus sebagai bagian dari pelaksanaan pertukaran guru dan murid antarsatuan pendidikan di Kabupaten Kudus.

Sebelum menjalankan program, keduanya mengikuti acara pelepasan dan pembekalan peserta Program Pertukaran Guru dan Murid Kabupaten Kudus Tahun 2026 yang dilaksanakan pada Senin, 20 Juli 2026, di SMP Negeri 2 Jati.

Dilepas dan Dibekali untuk Berbagi Praktik Baik

Acara pelepasan dan pembekalan tersebut menjadi momentum penting bagi para peserta sebelum menjalankan tugas dalam program pertukaran. Kegiatan tersebut dihadiri dan dibuka oleh Bupati Kudus, Dr. Ars. Sam’ani Intakoris, S.T., M.T.

Kehadiran Bupati Kudus memberikan semangat sekaligus menunjukkan pentingnya kolaborasi dan pertukaran pengalaman dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan di Kabupaten Kudus.

Melalui program ini, para guru mendapatkan kesempatan untuk mengenal lingkungan pendidikan yang berbeda, bertukar pengalaman, serta berbagi praktik baik dalam proses pembelajaran. Sementara itu, para murid juga memperoleh pengalaman belajar dan berinteraksi dengan lingkungan sekolah yang berbeda dari kesehariannya.

Dua Guru, Dua Bidang Keahlian

Dalam program pertukaran tersebut, Nuroini Najmiya Nafisa, S.Pd., M.Pd., Gr. mengikuti program sebagai guru Bahasa Indonesia. Kompetensinya di bidang Bahasa Indonesia menjadi bekal untuk berbagi pengalaman pembelajaran literasi, komunikasi, dan keterampilan berbahasa dengan peserta didik.

Sementara itu, Muchammad Imron, S.Pd., M.Pd., Gr. mengikuti program sebagai guru Matematika. Melalui bidang keahliannya, ia berkesempatan berbagi pengalaman dalam menghadirkan pembelajaran Matematika yang aktif, kontekstual, dan mendorong peserta didik untuk berpikir kritis.

Keduanya tidak hanya membawa kompetensi akademik, tetapi juga membawa semangat dan pengalaman dari SMP Tahfidh Ma’had Yasin untuk dibagikan di lingkungan sekolah tempat mereka menjalankan program pertukaran.

Belajar di Lingkungan Baru

Penempatan kedua guru di SMP Negeri 4 Kudus memberikan kesempatan untuk mengenal lingkungan pembelajaran yang berbeda sekaligus memperluas pengalaman profesional sebagai pendidik.

Program pertukaran menjadi ruang bagi guru untuk saling berbagi pengalaman, mendiskusikan strategi pembelajaran, mengenal karakteristik peserta didik, serta menemukan berbagai praktik baik yang dapat diterapkan dalam proses pembelajaran.

Bagi SMP Tahfidh Ma’had Yasin, keikutsertaan dua guru tersebut juga menjadi bentuk komitmen untuk terus mengembangkan kompetensi pendidik dan membuka ruang kolaborasi dengan berbagai pihak.

Pendidikan Tumbuh melalui Kolaborasi

Program Pertukaran Guru dan Murid Kabupaten Kudus Tahun 2026 menjadi salah satu langkah untuk memperkuat budaya kolaborasi antarsatuan pendidikan.

Pertukaran bukan sekadar perpindahan tempat mengajar atau belajar. Lebih dari itu, program ini menjadi kesempatan untuk saling mengenal, saling belajar, dan saling berbagi pengalaman.

Guru mendapatkan perspektif baru. Murid memperoleh pengalaman berbeda. Sekolah pun memiliki kesempatan untuk memperluas jejaring dan mengembangkan praktik pembelajaran yang lebih beragam.

Dengan semangat tersebut, keikutsertaan Nuroini Najmiya Nafisa dan Muchammad Imron diharapkan dapat memberikan pengalaman berharga yang nantinya turut memperkaya proses pembelajaran di SMP Tahfidh Ma’had Yasin.

Membawa Semangat untuk Terus Belajar

Keikutsertaan kedua guru dalam Program Pertukaran Guru dan Murid Kabupaten Kudus Tahun 2026 diharapkan tidak hanya memberikan pengalaman baru bagi mereka, tetapi juga membawa dampak positif bagi seluruh warga sekolah melalui berbagi pengetahuan dan praktik baik setelah program selesai.

Keikutsertaan tersebut menjadi pengingat bahwa menjadi pendidik berarti terus belajar. Setiap perjumpaan dengan lingkungan baru menghadirkan kesempatan untuk melihat pendidikan dari perspektif yang berbeda.

Selamat mengikuti Program Pertukaran Guru dan Murid Kabupaten Kudus Tahun 2026 kepada Nuroini Najmiya Nafisa, S.Pd., M.Pd., Gr. dan Muchammad Imron, S.Pd., M.Pd., Gr. Semoga menjadi pengalaman yang bermakna, memperluas wawasan, dan membawa praktik baik untuk kemajuan pembelajaran di SMP Tahfidh Ma’had Yasin.

SMP Tahfidh Ma’had Yasin — Sekolah Berbasis Pesantren.

Bukan Sekadar Masa Pengenalan, MPLS Ramah SMP Tahfidh Ma’had Yasin Jadi Awal Cerita Baru Santri dari Berbagai Daerah

KUDUS, 11 Juli 2026 — Hari-hari pertama menjadi santri menjadi pengalaman yang tidak terlupakan bagi peserta didik baru SMP Tahfidh Ma’had Yasin. Selama enam hari, 6–11 Juli 2026, para santri baru mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Satuan Pendidikan (MPLS) Ramah Tahun Ajaran 2026/2027 dengan penuh semangat, antusiasme, dan kebersamaan.

MPLS Ramah menjadi bagian penting dalam membantu santri baru beradaptasi dengan lingkungan sekolah dan pesantren. Bukan hanya mengenalkan fasilitas dan tata tertib, kegiatan ini juga menjadi ruang bagi para santri untuk mengenal guru, murobbi, teman baru, budaya sekolah, serta berbagai aktivitas pembelajaran dan kehidupan di lingkungan pesantren.

Memulai Langkah di Lingkungan Baru

Memasuki lingkungan pendidikan yang baru tentu menghadirkan pengalaman yang beragam. Ada rasa penasaran, semangat, sekaligus kerinduan kepada keluarga yang muncul ketika santri mulai menjalani kehidupan di pesantren.

Melalui MPLS Ramah, SMP Tahfidh Ma’had Yasin berupaya menciptakan suasana awal yang aman, nyaman, menyenangkan, dan mendukung proses adaptasi santri.

Berbagai kegiatan dirancang untuk membantu santri mengenal lingkungan sekolah dan pesantren secara bertahap. Para santri juga mendapatkan kesempatan untuk berinteraksi dengan teman-teman baru yang berasal dari berbagai daerah.

Keberagaman asal daerah tersebut menjadi warna tersendiri dalam kehidupan santri. Mereka datang dengan latar belakang, pengalaman, dan budaya yang berbeda, tetapi dipertemukan dalam satu lingkungan untuk belajar, bertumbuh, dan mengembangkan diri.

Dari Samarinda hingga Temanggung

Salah satu santri baru yang mengikuti MPLS Ramah adalah Yumna Fariha, santri putri yang berasal dari Samarinda, Kalimantan Timur. Jauh dari daerah asal dan keluarga menjadi pengalaman baru yang harus dijalani.

Bagi Yumna, berada di lingkungan baru menjadi kesempatan untuk mendapatkan pengalaman sekaligus mengenal lebih banyak teman.

“Saya senang bisa mengikuti MPLS karena bisa mengenal lingkungan sekolah dan teman-teman baru. Awalnya tentu ada rasa canggung karena jauh dari rumah, tetapi setelah mengikuti kegiatan bersama teman-teman, saya mulai merasa lebih nyaman dan bersemangat untuk mengikuti kegiatan di sini.”

Sementara itu, pengalaman serupa juga dirasakan Muhammad Averrous Attira Maulana, santri putra baru asal Temanggung, Jawa Tengah.

Menurutnya, MPLS menjadi kesempatan untuk mengenal lebih dekat lingkungan SMP Tahfidh Ma’had Yasin sekaligus membangun pertemanan dengan santri baru lainnya.

“MPLS membuat saya lebih mengenal sekolah, guru, dan teman-teman baru. Saya berharap selama belajar di sini bisa mendapatkan banyak pengalaman, menjadi lebih mandiri, dan bisa mengikuti pembelajaran dengan baik.”

Kehadiran santri dari berbagai daerah seperti Samarinda dan Temanggung menunjukkan bahwa SMP Tahfidh Ma’had Yasin menjadi ruang perjumpaan bagi anak-anak dari berbagai latar belakang untuk menuntut ilmu dan mengembangkan potensi diri.

MPLS Ramah, Awal yang Menyenangkan

Konsep MPLS Ramah memberikan penekanan pada terciptanya lingkungan pengenalan yang positif dan menyenangkan bagi peserta didik baru.

Para santri tidak hanya dikenalkan pada lingkungan sekolah, tetapi juga diajak memahami berbagai kebiasaan dan budaya yang menjadi bagian dari kehidupan di sekolah dan pesantren.

Proses pengenalan dilakukan dengan pendekatan yang ramah agar santri dapat beradaptasi secara bertahap. Mereka belajar mengenal aturan, membangun kedisiplinan, memahami tanggung jawab, sekaligus menjalin hubungan yang baik dengan guru, murobbi, dan teman sebaya.

Dengan demikian, MPLS tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial di awal tahun ajaran, tetapi menjadi fondasi awal bagi terbentuknya pengalaman belajar yang positif.

Pesan Kepala SMP Tahfidh Ma’had Yasin

Kepala SMP Tahfidh Ma’had Yasin, Muhamad Mas’ud, S.Pd., M.Pd., menyampaikan bahwa MPLS Ramah diharapkan dapat menjadi pintu masuk yang baik bagi santri dalam mengenal lingkungan pendidikan yang baru.

“Selamat datang kepada seluruh santri baru Tahun Ajaran 2026/2027. MPLS Ramah ini kami harapkan menjadi awal yang menyenangkan bagi anak-anak untuk mengenal lingkungan sekolah, guru, teman, dan kehidupan pesantren. Jangan takut untuk beradaptasi dan jangan ragu untuk belajar hal-hal baru.”

Ia juga menekankan pentingnya membangun rasa percaya diri dan kemandirian sejak awal santri berada di lingkungan sekolah dan pesantren.

“Setiap santri memiliki kesempatan untuk tumbuh dan berkembang. Nikmati prosesnya, jalani dengan disiplin dan penuh keikhlasan, serta jangan takut untuk bertanya dan mencoba. Semoga selama belajar di SMP Tahfidh Ma’had Yasin, anak-anak tidak hanya berkembang secara akademik, tetapi juga menjadi pribadi yang berakhlak, mandiri, dan cinta Al-Qur’an.”

Enam Hari yang Menjadi Awal Perjalanan

Enam hari pelaksanaan MPLS Ramah, 6–11 Juli 2026, menjadi bagian penting dari perjalanan awal santri baru SMP Tahfidh Ma’had Yasin Tahun Ajaran 2026/2027.

Dari pertemuan pertama yang mungkin masih dipenuhi rasa canggung, perlahan tumbuh interaksi, kebersamaan, dan rasa percaya diri. Teman yang awalnya tidak dikenal mulai menjadi bagian dari keseharian. Lingkungan yang semula terasa asing perlahan menjadi tempat untuk belajar dan bertumbuh.

Bagi santri yang datang dari jauh, seperti Yumna Fariha dari Samarinda, pengalaman tersebut menjadi langkah awal untuk belajar hidup mandiri di lingkungan baru. Bagi Muhammad Averrous Attira Maulana dari Temanggung, MPLS menjadi pintu untuk mengenal lebih dekat dunia sekolah dan pesantren yang akan menjadi bagian dari perjalanan pendidikannya.

Pada akhirnya, MPLS Ramah bukan hanya tentang mengenal sekolah. MPLS adalah tentang memulai sebuah perjalanan.

Perjalanan untuk mengenal diri, menemukan teman, belajar mandiri, menuntut ilmu, menghafalkan Al-Qur’an, dan mempersiapkan diri menjadi generasi yang berilmu serta berakhlak.

Selamat datang dan selamat bertumbuh, santri baru SMP Tahfidh Ma’had Yasin Tahun Ajaran 2026/2027. Perjalanan kalian baru saja dimulai.

SMP Tahfidh Ma’had Yasin — Sekolah Berbasis Pesantren.

Langkah Pertama Menjadi Santri: SMP Tahfidh Ma’had Yasin Sambut Santri Baru Tahun Ajaran 2026/2027

KUDUS, 5 Juli 2026 — Suasana penuh haru, semangat, dan kebersamaan mewarnai kedatangan santri baru SMP Tahfidh Ma’had Yasin Tahun Ajaran 2026/2027. Para santri bersama orang tua/wali mengikuti kegiatan Ta’aruf dan Sosialisasi Program Pembelajaran Santri Baru Tahun Ajaran 2026/2027, Minggu (5/7/2026).

Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 08.00–13.00 WIB tersebut dihadiri oleh santri baru, orang tua/wali santri, pengasuh, Dewan Guru SMP Tahfidh Ma’had Yasin, serta Murobbi Pondok Pesantren Yasin 2. Pertemuan ini menjadi langkah awal untuk membangun komunikasi dan sinergi antara sekolah, pesantren, santri, dan orang tua dalam mendampingi perjalanan belajar santri.

Mengawali Perjalanan sebagai Santri

Kegiatan diawali dengan pengantaran santri baru oleh orang tua/wali ke lingkungan SMP Tahfidh Ma’had Yasin dan Pondok Pesantren Yasin 2. Kedatangan para santri tidak sekadar menjadi agenda awal tahun ajaran, tetapi juga menjadi momen penting untuk memulai babak baru dalam perjalanan pendidikan mereka.

Para santri mendapatkan kesempatan untuk mengenal lingkungan sekolah dan pesantren, bertemu dengan dewan guru serta murobbi, dan mulai beradaptasi dengan suasana kehidupan sebagai santri.

Sementara itu, bagi orang tua/wali, mengantarkan putra-putri mereka ke pesantren menjadi sebuah momen penuh harapan. Kepercayaan kepada sekolah dan pesantren menjadi bagian penting dalam proses mendampingi santri agar mampu tumbuh menjadi pribadi yang mandiri, disiplin, dan bertanggung jawab.

Ta’aruf dan Sosialisasi Program Pembelajaran

Setelah proses pengantaran, kegiatan dilanjutkan dengan pertemuan bersama santri baru, orang tua/wali, pengasuh, Dewan Guru SMP Tahfidh Ma’had Yasin, dan Murobbi Pondok Pesantren Yasin 2.

Pertemuan tersebut menjadi forum untuk memperkenalkan berbagai pihak yang akan berperan dalam mendampingi santri selama menjalani proses pembelajaran dan kehidupan di lingkungan pesantren.

Dalam kegiatan ini, pihak sekolah dan pesantren menyampaikan berbagai informasi mengenai program pembelajaran, pembinaan, tata kehidupan santri, kedisiplinan, serta hal-hal yang perlu dipahami oleh santri dan orang tua/wali.

Melalui kegiatan tersebut, diharapkan terbangun kesamaan pemahaman dan komunikasi yang baik antara sekolah, pesantren, dan keluarga. Kolaborasi ketiga unsur tersebut menjadi salah satu fondasi penting dalam menciptakan lingkungan pembelajaran yang mendukung perkembangan akademik, karakter, dan spiritual santri.

Dari Pelukan Orang Tua Menuju Kemandirian

Salah satu momen yang paling berkesan dalam kegiatan tersebut adalah ketika orang tua/wali mulai meninggalkan putra-putri mereka setelah rangkaian kegiatan selesai.

Bagi sebagian santri, momen tersebut menjadi pengalaman pertama untuk menjalani kehidupan di lingkungan pesantren tanpa didampingi orang tua secara langsung. Ada rasa haru, canggung, sekaligus semangat untuk mengenal lingkungan dan teman-teman baru.

Namun, di balik momen perpisahan tersebut terdapat proses pembelajaran yang sangat berharga. Para santri mulai belajar mengatur diri, mengikuti aturan, bertanggung jawab terhadap kebutuhan pribadi, serta beradaptasi dengan lingkungan baru.

Inilah salah satu bagian dari perjalanan menjadi santri: belajar mandiri, belajar bertanggung jawab, dan belajar menjadi pribadi yang lebih dewasa.

Pesan Kepala SMP Tahfidh Ma’had Yasin

Kepala SMP Tahfidh Ma’had Yasin, Muhamad Mas’ud Shahat, S.Pd.I., M.Pd., menyampaikan ucapan selamat datang kepada seluruh santri baru Tahun Ajaran 2026/2027.

“Selamat datang kepada seluruh santri baru Tahun Ajaran 2026/2027 di SMP Tahfidh Ma’had Yasin. Jadikan hari ini sebagai awal dari perjalanan untuk belajar, bertumbuh, dan menjadi pribadi yang lebih mandiri. Ikutilah seluruh proses pembelajaran dengan penuh semangat, disiplin, dan keikhlasan.”

Beliau juga menyampaikan apresiasi kepada para orang tua/wali yang telah memberikan kepercayaan kepada SMP Tahfidh Ma’had Yasin dan Pondok Pesantren Yasin 2 untuk mendampingi putra-putri mereka.

“Kepada Bapak dan Ibu wali santri, terima kasih atas kepercayaan yang telah diberikan kepada kami. Mari bersama-sama mendampingi dan mendoakan putra-putri kita agar menjadi generasi yang berilmu, berakhlak, cinta Al-Qur’an, serta memiliki kemandirian dan tanggung jawab. Semoga sinergi antara sekolah, pesantren, dan keluarga dapat memberikan pendidikan terbaik bagi anak-anak kita.”

Membangun Sinergi untuk Masa Depan Santri

Ta’aruf dan Sosialisasi Program Pembelajaran Santri Baru Tahun Ajaran 2026/2027 bukan sekadar agenda penyambutan santri baru. Kegiatan ini menjadi titik awal terbangunnya sinergi antara santri, orang tua/wali, pengasuh, dewan guru, dan murobbi dalam mendukung proses pembelajaran dan pembinaan santri.

Dengan komunikasi dan kerja sama yang baik, setiap pihak diharapkan dapat menjalankan perannya secara optimal dalam mendampingi santri selama menempuh pendidikan di SMP Tahfidh Ma’had Yasin dan menjalani kehidupan di Pondok Pesantren Yasin 2.

Hari pertama mungkin menjadi hari yang penuh haru karena untuk pertama kalinya santri harus berpisah sementara dengan orang tua. Namun, dari sinilah perjalanan baru dimulai—perjalanan untuk belajar mandiri, menuntut ilmu, menghafalkan Al-Qur’an, membangun karakter, dan meraih cita-cita.

Selamat datang, santri baru SMP Tahfidh Ma’had Yasin Tahun Ajaran 2026/2027. Selamat memulai perjalanan baru. Semoga setiap langkah menjadi bagian dari proses tumbuh menjadi generasi yang berilmu, berakhlak, mandiri, dan cinta Al-Qur’an.

SMP Tahfidh Ma’had Yasin — Sekolah Berbasis Pesantren.

Liburan Bukan Sekadar Istirahat! Kepala SMP Tahfidh Ma’had Yasin Bagikan Pesan Penting agar Santri Tetap Berprestasi

KUDUS – Liburan semester genap telah tiba. Bagi sebagian pelajar, masa libur identik dengan waktu untuk beristirahat dan berkumpul bersama keluarga. Namun, SMP Tahfidh Ma’had Yasin Kudus mengajak seluruh santri memanfaatkan masa liburan sebagai momentum untuk tetap menjaga akhlak, ibadah, serta meningkatkan kualitas diri melalui berbagai kegiatan positif.

Berdasarkan pengumuman resmi sekolah, libur semester genap Tahun Ajaran 2025/2026 dimulai pada 21 Juni 2026 dan para santri dijadwalkan kembali masuk sekolah pada 3 Juli 2026.

Melalui rangkaian flyer edukatif yang dibagikan kepada wali santri dan masyarakat, sekolah mengingatkan bahwa liburan bukan berarti berhenti belajar maupun mengurangi semangat beribadah. Sebaliknya, masa libur diharapkan menjadi kesempatan untuk menguatkan karakter dan membiasakan diri dengan aktivitas yang bermanfaat.

Selama liburan, santri dianjurkan untuk tetap menjaga rutinitas ibadah, membantu orang tua di rumah, istiqamah mengaji dan menghafal Al-Qur’an, mempererat silaturahmi dengan keluarga maupun masyarakat, serta menggunakan media sosial secara bijak dan bertanggung jawab.

Selain itu, para santri juga diingatkan agar senantiasa menjaga nama baik pondok dan sekolah di mana pun berada. Nilai-nilai akhlakul karimah yang telah dibiasakan selama berada di lingkungan pesantren diharapkan tetap menjadi pedoman dalam kehidupan sehari-hari.

Kepala SMP Tahfidh Ma’had Yasin, Muhamad Mas’ud, S.Pd.I., M.Pd., menegaskan bahwa masa liburan merupakan bagian dari proses pendidikan karakter yang tidak kalah penting dibandingkan kegiatan belajar di sekolah.

“Liburan bukanlah waktu untuk berhenti menjadi pribadi yang baik. Justru inilah saatnya santri membuktikan bahwa pendidikan yang diperoleh di sekolah dan pondok telah menjadi kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari. Tetaplah menjaga salat berjamaah, membaca dan menghafal Al-Qur’an, membantu kedua orang tua, menjaga akhlak, serta menggunakan media sosial dengan bijak. Jadikan setiap hari selama liburan sebagai ladang amal dan kesempatan untuk terus berkembang menjadi generasi Qur’ani yang berilmu, berakhlak, dan berprestasi,” ujar Muhamad Mas’ud.

Ia juga berharap seluruh santri dapat kembali ke sekolah dengan semangat baru, hafalan Al-Qur’an yang semakin bertambah, serta pengalaman positif yang diperoleh selama mengisi waktu liburan.

“Keberhasilan seorang santri tidak hanya diukur dari prestasi akademik, tetapi juga dari kedisiplinan dalam menjaga ibadah, akhlak kepada orang tua, dan konsistensi dalam mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an. Kami berharap seluruh santri kembali ke sekolah dalam keadaan sehat, penuh semangat, dan membawa perubahan yang lebih baik dari sebelumnya,” tambahnya.

Melalui pesan tersebut, SMP Tahfidh Ma’had Yasin mengajak seluruh santri untuk menjadikan liburan sebagai waktu yang produktif. Dengan menjaga ibadah, terus belajar, memperbanyak membaca Al-Qur’an, serta mengisi hari-hari dengan kegiatan positif, diharapkan setiap santri mampu mempersiapkan diri menjadi generasi yang unggul dalam prestasi sekaligus berakhlak mulia.

“Selamat berlibur. Tetap jaga ibadah, akhlak, dan semangat belajar. Santri ora lali ngaji!”

Jangan Sampai Terlewat! Ini Jadwal Pembagian Rapor dan Kepulangan Santri SMP Tahfidh Ma’had Yasin Semester Genap 2025/2026

KUDUS – SMP Tahfidh Ma’had Yasin resmi mengumumkan jadwal pembagian rapor sekaligus kepulangan santri Semester Genap Tahun Ajaran 2025/2026. Kegiatan tersebut akan dilaksanakan pada Sabtu, 20 Juni 2026, dengan jadwal yang dibedakan berdasarkan jenjang kelas guna memberikan pelayanan yang tertib, nyaman, dan kondusif bagi seluruh wali santri.

Berdasarkan informasi resmi sekolah, pembagian rapor akan dilaksanakan di lingkungan SMP Tahfidh Ma’had Yasin dengan rincian sebagai berikut:

  • Kelas VII : pukul 07.00–09.00 WIB
  • Kelas VIII : pukul 09.00–12.00 WIB

Melalui pembagian jadwal tersebut, sekolah berharap proses penerimaan rapor dan kepulangan santri dapat berlangsung lebih tertib, efektif, serta memberikan kenyamanan bagi seluruh wali santri yang hadir.

Kepala SMP Tahfidh Ma’had Yasin, Muhamad Mas’ud Shahat, S.Pd.I., M.Pd., menyampaikan bahwa pembagian rapor bukan sekadar agenda penerimaan hasil belajar, tetapi juga menjadi momentum evaluasi sekaligus motivasi bagi santri untuk terus meningkatkan kualitas diri.

“Rapor bukan hanya berisi angka, tetapi juga menjadi cermin proses belajar, kedisiplinan, dan perkembangan karakter setiap santri. Kami berharap seluruh santri senantiasa bersyukur atas setiap capaian yang diraih, terus memperbaiki kekurangan, serta mempersiapkan diri untuk menyambut semester baru dengan semangat yang lebih baik. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh orang tua yang telah bersinergi mendampingi putra-putrinya selama proses pendidikan di SMP Tahfidh Ma’had Yasin,” ujar Muhamad Mas’ud Shahat.

Sekolah juga mengimbau seluruh wali santri agar hadir sesuai jadwal yang telah ditentukan guna menghindari kepadatan serta mendukung kelancaran pelaksanaan kegiatan.

Berakhirnya Semester Genap Tahun Ajaran 2025/2026 menjadi penanda selesainya satu tahapan penting dalam proses pendidikan. SMP Tahfidh Ma’had Yasin berharap seluruh santri dapat memanfaatkan masa liburan dengan kegiatan yang bermanfaat, menjaga hafalan Al-Qur’an, meningkatkan kualitas ibadah, serta mempersiapkan diri menyambut tahun ajaran baru dengan semangat belajar yang lebih tinggi.

Sejalan dengan tema yang diusung sekolah, akhir semester diharapkan menjadi awal untuk meraih prestasi yang lebih gemilang. Sinergi antara sekolah, santri, dan orang tua menjadi kunci dalam mewujudkan generasi yang berakhlak Qur’ani, unggul, dan berprestasi.

Bukan Sekadar Ujian, Ini Rahasia Mengapa Sumatif Akhir Tahun di SMP Tahfidh Ma’had Yasin Terasa Menyenangkan

Kudus – Setelah menjalani rangkaian ujian selama enam hari, hari ini, Sabtu (13/6/2026), menjadi hari terakhir pelaksanaan Sumatif Akhir Tahun (SAT) Genap Tahun Ajaran 2025/2026 di SMP Tahfidh Ma’had Yasin. Kegiatan yang berlangsung sejak 8 Juni 2026 tersebut diikuti oleh seluruh santri kelas VII dan VIII dengan penuh semangat, kedisiplinan, dan tanggung jawab.

Berbeda dengan anggapan bahwa ujian selalu identik dengan tekanan dan ketegangan, suasana Sumatif Akhir Tahun di SMP Tahfidh Ma’had Yasin justru berlangsung dengan nyaman dan menyenangkan. Para santri mengikuti setiap sesi ujian dengan tenang karena telah mempersiapkan diri melalui proses pembelajaran yang matang bersama para guru.

Kepala SMP Tahfidh Ma’had Yasin, Muhamad Mas’ud Shahat, S.Pd.I., M.Pd., menyampaikan rasa syukur atas kelancaran pelaksanaan Sumatif Akhir Tahun dari hari pertama hingga hari terakhir.

“Alhamdulillah, pelaksanaan Sumatif Akhir Tahun berjalan dengan lancar. Saya mengapresiasi seluruh santri yang telah berusaha maksimal, menjaga kejujuran, dan menunjukkan tanggung jawab selama ujian berlangsung. Semoga hasil yang diperoleh menjadi buah dari ikhtiar yang telah dilakukan selama ini. Yang terpenting, para santri dapat mengambil pelajaran bahwa proses belajar harus dinikmati dan dijalani dengan sungguh-sungguh,” tuturnya.

Beliau juga berharap hasil Sumatif Akhir Tahun dapat menjadi motivasi bagi para santri untuk terus meningkatkan prestasi akademik maupun karakter di tahun pelajaran berikutnya.

Sementara itu, Muhammad Zhafran Almahyra, santri kelas VIII A, mengungkapkan rasa syukurnya karena telah menyelesaikan seluruh rangkaian ujian.

“Alhamdulillah, hari ini adalah hari terakhir sumatif. Saya berharap hasil yang diperoleh sesuai dengan usaha yang telah saya lakukan. Semoga saya dan teman-teman mendapatkan hasil terbaik serta dimudahkan dalam meraih cita-cita kami,” ujarnya.

Hal senada disampaikan oleh Adenaya Al-Ahza, santri kelas VII B. Menurutnya, suasana ujian yang kondusif membuat para santri lebih percaya diri dalam mengerjakan soal.

“Sumatif tahun ini terasa menyenangkan karena kami sudah dipersiapkan dengan baik oleh para guru. Semoga nilai yang kami peroleh memuaskan dan menjadi penyemangat untuk belajar lebih giat lagi pada tahun pelajaran mendatang,” katanya.

Berakhirnya Sumatif Akhir Tahun menandai selesainya salah satu tahapan penting dalam proses pendidikan selama satu tahun pelajaran. Lebih dari sekadar mengukur capaian akademik, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk menanamkan nilai-nilai kejujuran, disiplin, kerja keras, dan tanggung jawab yang menjadi ciri khas pendidikan di SMP Tahfidh Ma’had Yasin.

Dengan semangat Sekolah Berbasis Pesantren, seluruh keluarga besar SMP Tahfidh Ma’had Yasin memanjatkan doa agar Allah Swt. memberikan hasil terbaik kepada para santri, melimpahkan keberkahan ilmu yang telah dipelajari, serta membimbing mereka menjadi generasi yang berprestasi, berakhlakul karimah, dan bermanfaat bagi agama, bangsa, dan masyarakat. Aamiin ya Rabbal ‘alamin.

Penuh Haru dan Syukur, SMP Tahfidh Ma’had Yasin Lepas 39 Santri melalui Muwaada’ah ke-4

Kudus – Suasana haru dan penuh rasa syukur menyelimuti pelaksanaan Muwaada’ah dan Khotmil Qur’an Kelas IX SMP Tahfidh Ma’had Yasin Tahun Ajaran 2025/2026 yang digelar pada Senin, 1 Juni 2026 bertepatan dengan 15 Dzulhijjah 1447 H. Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 09.00 hingga 12.00 WIB tersebut menjadi momentum bersejarah bagi para santri yang telah menyelesaikan masa pendidikannya di SMP Tahfidh Ma’had Yasin.

Sebanyak 39 santri kelas IX resmi dilepas dalam acara yang berlangsung khidmat dan penuh makna. Kegiatan ini sekaligus menjadi Muwaada’ah ke-4 yang diselenggarakan SMP Tahfidh Ma’had Yasin sejak berdiri, menandai lahirnya angkatan keempat alumni sekolah berbasis pesantren tersebut.

Acara diawali dengan pelaksanaan Khotmil Qur’an sebagai ungkapan rasa syukur atas keberhasilan para santri dalam menuntaskan proses pendidikan. Lantunan ayat suci Al-Qur’an yang dibacakan para santri menghadirkan suasana yang menyejukkan dan penuh keberkahan. Prosesi tersebut menjadi simbol bahwa Al-Qur’an senantiasa menjadi bagian penting dalam perjalanan pendidikan di SMP Tahfidh Ma’had Yasin.

Setelah khotmil qur’an, kegiatan dilanjutkan dengan prosesi muwaada’ah yang menjadi puncak acara. Para santri mengikuti rangkaian kegiatan dengan penuh khidmat, didampingi orang tua, dewan guru, dan seluruh keluarga besar sekolah. Tidak sedikit yang tampak menahan haru ketika mengenang berbagai pengalaman, perjuangan, dan kebersamaan yang telah dilalui selama tiga tahun terakhir.

Dalam sambutannya, Plh. Kepala SMP Tahfidh Ma’had Yasin, H. Suprapto, S.H., M.H., menyampaikan apresiasi kepada seluruh santri yang telah menyelesaikan pendidikan dengan baik.

“Alhamdulillah, pada hari yang penuh keberkahan ini kita dapat menyelenggarakan Muwaada’ah dan Khotmil Qur’an sebagai bentuk rasa syukur atas kelulusan 39 santri kelas IX. Kami mengucapkan selamat kepada seluruh santri atas capaian yang telah diraih. Terima kasih kepada para orang tua yang telah mempercayakan pendidikan putra-putrinya kepada SMP Tahfidh Ma’had Yasin,” ujarnya.

Beliau juga berharap para lulusan mampu melanjutkan perjuangan mereka di jenjang pendidikan yang lebih tinggi dengan tetap berpegang teguh pada nilai-nilai Islam dan kecintaan terhadap Al-Qur’an.

“Perjalanan kalian masih panjang. Teruslah belajar, tingkatkan prestasi, jaga akhlak, dan jangan pernah meninggalkan Al-Qur’an. Semoga kalian menjadi generasi yang sukses, membanggakan orang tua, bermanfaat bagi masyarakat, serta mampu menjaga nama baik almamater di mana pun berada,” pesannya.

Kegiatan Muwaada’ah dan Khotmil Qur’an ini bukan sekadar seremoni pelepasan, melainkan juga menjadi refleksi atas perjalanan pendidikan yang telah ditempuh para santri. Nilai-nilai kedisiplinan, tanggung jawab, kemandirian, dan kecintaan terhadap Al-Qur’an yang ditanamkan selama belajar diharapkan dapat menjadi bekal dalam menghadapi tantangan masa depan.

Dengan semangat #SekolahBerbasisPesantren, SMP Tahfidh Ma’had Yasin terus berkomitmen mencetak generasi yang unggul dalam ilmu pengetahuan, kuat dalam karakter, serta berlandaskan nilai-nilai Al-Qur’an dan Aswaja.

Keluarga besar SMP Tahfidh Ma’had Yasin mengiringi langkah 39 alumni Tahun Ajaran 2025/2026 dengan doa terbaik. Semoga Allah SWT senantiasa memberikan kemudahan dalam menuntut ilmu, keberkahan dalam setiap langkah, serta menjadikan mereka generasi yang saleh, berprestasi, dan membawa manfaat bagi agama, bangsa, dan masyarakat. Aamiin.

1 2 3 4 10